WASHINGTON — Donald Trump menyebut Keir Starmer akan mundur sebagai perdana menteri Inggris. Pernyataan itu ia tulis lewat unggahan di Truth Social dan langsung memicu rasa canggung bagi Downing Street.
Trump menulis Starmer “will resign” setelah menilai pemimpin Partai Buruh itu gagal di dua isu yang ia sorot tajam: imigrasi dan energi. Ia juga menyinggung kebijakan minyak Laut Utara yang menurut dia seharusnya dibuka lebih luas.
Unggahan itu muncul di tengah hubungan yang memang sudah renggang. Starmer selama ini berusaha menjaga jalur komunikasi dengan Gedung Putih demi kepentingan dagang Inggris, tapi relasi keduanya menegang setelah perbedaan sikap soal perang Iran dan keterlibatan militer Amerika Serikat.
Serangan Trump ke Starmer
Trump menulis, “He failed badly on two very important subjects- IMMIGRATION AND ENERGY (OPEN NORTH SEA OIL!). I wish him well!” Kalimat itu singkat, tapi berat. Bagi Downing Street, komentar dari presiden AS seperti ini bukan sekadar sindiran biasa.
Dalam politik Inggris, ucapan Trump bisa mengganggu posisi Starmer di dalam negeri sekaligus menyulitkan diplomasi luar negeri. Pemerintah Inggris butuh hubungan kerja yang stabil dengan Washington, terutama saat London masih mengejar kerja sama dagang yang lebih menguntungkan setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Starmer sebelumnya dituduh terlalu merapat ke Trump setelah presiden dari Partai Republik itu kembali menjabat pada Januari lalu. Lawan-lawan politiknya menyebut sikap itu sebagai bentuk tunduk pada tekanan Washington. Di sisi lain, tim Starmer menilai pendekatan yang hati-hati justru penting agar Inggris tidak kehilangan pengaruh di meja perundingan.
Hubungan yang retak soal Iran
Retaknya hubungan keduanya makin terlihat saat perang Iran memanas. Trump kesal karena Starmer tidak mau ikut melibatkan Inggris dalam perang AS-Israel melawan Iran sejauh yang diharapkan Gedung Putih.
Presiden AS itu bahkan beberapa kali mengecam Starmer secara terbuka. Ia menyebut Starmer “no Winston Churchill”, sebuah ejekan yang merendahkan gaya kepemimpinan Starmer yang dinilai hati-hati dan tidak konfrontatif.
Bagi pembaca di luar Inggris, kasus ini menunjukkan satu hal: hubungan pribadi pemimpin negara besar bisa berdampak ke diplomasi, perdagangan, bahkan arah kebijakan energi. Kalau Trump terus melontarkan kritik terbuka, Starmer bisa makin sulit menjaga citra sebagai pemimpin yang tegas di dalam negeri dan tetap disegani di luar negeri.
Inggris saat ini juga sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari isu migrasi, kebutuhan energi, sampai posisi London dalam konflik global. Maka, komentar Trump bukan cuma soal satu unggahan. Ada taruhannya. Cukup besar.
Di tengah situasi itu, pernyataan “will resign” dari Trump jelas bukan kabar netral bagi pemerintahan Starmer. Bahkan tanpa bukti bahwa pengunduran diri benar-benar akan terjadi, ucapan seorang presiden AS tetap punya bobot politik yang bisa mengguncang persepsi publik.
Dampak bagi Downing Street
Bagi Starmer, tantangannya bukan hanya menjawab Trump, tapi juga menghindari kesan bahwa ia kehilangan kendali atas narasi politiknya sendiri. Di Inggris, oposisi bisa memanfaatkan komentar itu untuk menyerang kredibilitas pemerintah.
Di saat yang sama, publik akan menunggu apakah Downing Street merespons keras, memilih diam, atau justru tetap menjaga jalur diplomatik. Opsi terakhir sering paling aman, tapi juga paling berisiko dianggap lemah.
Yang pasti, unggahan Trump memperlihatkan betapa cepat isu luar negeri bisa berubah jadi senjata politik domestik. Satu posting. Satu kalimat. Efeknya langsung terasa sampai Westminster.
Dan itu belum selesai. Dalam hitungan jam, komentar seperti ini bisa mendominasi berita utama Inggris dan memaksa Starmer mengalihkan energi dari agenda pemerintah ke urusan meredam badai politik dari Washington.
Ringkasnya: Trump menilai Starmer gagal di imigrasi dan energi, lalu menyebut pemimpin Inggris itu akan mundur. Hingga kini, belum ada tanda resmi bahwa pengunduran diri memang akan diumumkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.