JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang untuk mendongkrak prestasi olahraga nasional di kancah dunia. Langkah taktis ini diambil demi mencetak generasi atlet berprestasi secara berkelanjutan melalui pembangunan akademi olahraga modern dan jaminan anggaran jangka panjang alias *multiyears*. Fokus ini menjadi babak baru tata kelola olahraga tanah air yang tidak lagi berjalan instan atau berbasis proyek jangka pendek.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya tertuju pada satu cabang olahraga populer seperti sepak bola. Program besar ini dirancang secara merata demi menyentuh berbagai cabang olahraga prestasi lainnya di tanah air yang memiliki potensi medali di ajang internasional.
“Tidak hanya dalam sepak bola, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional lainnya,” ujar Qodari dalam siaran pers resmi di Jakarta.
Pembangunan Akademi Olahraga dan Anggaran Multiyears
Pondasi utama dari peta jalan baru ini adalah pembangunan Akademi Olahraga di berbagai wilayah strategis. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat pembinaan terpadu bagi para talenta muda dari berbagai cabang olahraga di tanah air. Melalui akademi ini, pencarian bakat atau *talent scouting* akan dilakukan secara sistematis sejak usia dini dengan dukungan ilmu pengetahuan olahraga (*sport science*).
Masalah klasik olahraga Indonesia selama ini adalah sistem pembinaan yang sering terputus akibat birokrasi anggaran tahunan. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengubah pendekatan finansial secara radikal. Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang kini disokong oleh skema pendanaan tahun jamak atau *multiyears*.
Dengan skema keuangan baru ini, pengurus cabang olahraga tidak perlu lagi cemas latihan atlet terhenti di tengah jalan saat pergantian tahun anggaran. Pendekatan terstruktur ini memastikan program latihan menuju multievent seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade berjalan tanpa interupsi finansial.
| Aspek Pembinaan | Pola Lama (Konvensional) | Pola Baru (Strategi Jangka Panjang) |
|---|---|---|
| Sistem Anggaran | Tahunan (Sering terlambat di awal tahun) | Multiyears (Pendanaan tanpa putus) |
| Fasilitas Latihan | Tersebar dan minim sport science | Akademi Olahraga terpadu berbasis sains |
| Karier Atlet Difabel | Minim jaminan pasca-pensiun | Sertifikasi kepelatihan dan jaminan karier |

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.