Rabu, 24 Juni 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Biar Awet: 9 Tips dari Pabrikan

Baterai Mobil Listri
Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Biar Awet. Foto: pexels

JAKARTA, JOURNALARTA.COMBaterai jadi komponen termahal sebuah mobil listrik. Ganti satu pack bisa tembus Rp 100 juta lebih. Maka, cara merawat baterai mobil listrik tak bisa disamakan dengan aki mobil bensin biasa.

Salah perlakuan, umur baterai bisa anjlok lebih cepat. Sebaliknya, perawatan yang benar bisa bikin baterai bertahan sampai sepuluh tahun. Berikut rangkuman sesuai buku manual BYD, Hyundai, Wuling, dan Tesla. Prinsipnya berlaku untuk dua jenis sel utama: LFP dan NMC.

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik: Jaga SoC 20–80%

SoC alias State of Charge adalah persentase isi baterai. Baterai lithium paling stres saat dibiarkan di 0 persen atau dipaksa 100 persen terus-menerus. Tegangan tinggi di 100 persen mempercepat degradasi sel.

Praktiknya sederhana. Cas harian cukup sampai 80 persen. Colok charger saat baterai sudah di 20–30 persen, jangan tunggu kosong. Cas penuh 100 persen hanya kalau mau perjalanan jauh.

BYD Blade berbasis LFP relatif lebih santai dan boleh penuh sesekali. Tapi NMC seperti di Hyundai dan Kia disarankan menahan di 80 persen untuk pemakaian harian.

Kurangi Fast Charging Harian

DC fast charging memang menggoda. Dari 10 ke 80 persen cuma 30 menit. Tapi panas adalah musuh utama baterai.

Pabrikan menyarankan fast charging dipakai untuk situasi darurat saja. Untuk harian, AC charging 7 kW di rumah jauh lebih ramah ke baterai. Analoginya seperti sprint versus jalan santai. Mana yang bikin tubuh lebih awet?

Hati-hati Saat Parkir Lama

Mau mudik dua minggu? Jangan tinggalkan mobil dengan baterai 100 atau 0 persen. Kombinasi baterai penuh plus suhu panas adalah resep degradasi tercepat.

Untuk penyimpanan jangka panjang, pabrikan menyarankan SoC di kisaran 50–60 persen. Cabut charger. Tiap satu sampai dua bulan, cek kondisinya. Kalau turun ke 40 persen, isi sedikit hingga 60 persen lagi.

Jaga Suhu dari Panas Ekstrem

Baterai lithium membenci dua hal: panas di atas 40 derajat dan dingin ekstrem di bawah 0 derajat. Di iklim tropis Indonesia, panas jadi tantangan terbesar.

Parkir di tempat teduh atau garasi. Jangan jemur mobil seharian. Habis fast charging, beri jeda sebelum tancap gas supaya suhu turun. Manfaatkan fitur pre-conditioning, yaitu menyalakan AC kabin saat charger masih terhubung. BYD dan Hyundai sudah pakai liquid cooling, tapi parkir teduh tetap membantu.

Berkendara Halus, Update Software

Akselerasi 0-100 yang menggigit memang bikin nagih. Masalahnya, tarikan arus besar membuat baterai bekerja berat sekaligus panas. Gas diurut, rem regeneratif dimaksimalkan. Lebih irit, baterai juga lebih awet.

Fitur One Pedal Driving di Wuling Air EV dan BYD Dolphin justru membantu. Rem regeneratif mengisi balik baterai saat melambat.

Jangan lewatkan update software. BMS atau Battery Management System adalah otak baterai. Tiap pembaruan dari ATPM biasanya membawa optimasi pengaturan arus dan kalibrasi SoC yang lebih akurat. Lakukan di bengkel resmi.

Charger Original dan Servis Berkala

Pengisian di rumah wajib pakai wall charger bawaan atau yang bersertifikat. Instalasi listrik harus sesuai PUIL dan punya grounding. Jangan colok ke stopkontak murahan. Tegangan tidak stabil memaksa BMS bekerja ekstra keras.

Baterai EV tak butuh ganti air aki. Tapi tetap perlu health check tiap 20.000 km. Di bengkel resmi, teknisi mengecek SOH atau State of Health, keseimbangan antar-sel, dan sistem pendingin. Kalau ada sel lemah, bisa di-balance sejak dini.

Pahami Garansi Baterai

Rata-rata pabrikan memberi garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km dengan SOH minimal 70 persen. Artinya, penurunan kapasitas 20–30 persen dalam delapan tahun masih dianggap wajar. Itu bukan kerusakan.

BYD mengklaim Blade LFP sanggup 3.000 siklus lebih. Dipakai harian di rentang 20–80 persen, baterai bisa bertahan sepuluh tahun lebih sebelum menyentuh 80 persen SOH.

Mitos yang Sering Salah Kaprah

Mitos Faktanya
Harus cas 0–100% biar kalibrasi Justru bikin cepat aus. Kalibrasi cukup 3–6 bulan sekali
Cabut colokan saat 100% biar tak overcharge Mobil listrik modern sudah auto-cut. BMS yang mengatur
Baterai LFP tak perlu dirawat Tetap perlu, hanya lebih santai dibanding NMC

FAQ Singkat

Cas tiap hari boleh? Boleh, malah disarankan. Menjaga di 20–80 persen lebih baik daripada menunggu 10 persen baru isi.

LFP vs NMC, mana awet? Umur siklus LFP lebih panjang, 3.000 lebih. NMC sekitar 1.000–2.000 siklus, tapi jarak tempuhnya lebih jauh.

Fast charging bikin rusak? Tidak langsung. Tapi kalau tiap hari pakai DC charging, degradasi lebih cepat dibanding AC charging.

Umur baterai berapa tahun? Delapan sampai sepuluh tahun wajar, tergantung cara pakai dan suhu. Garansi rata-rata 8 tahun.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda