MONTERREY — Keputusan berisiko pelatih kepala Hong Myung-bo mencadangkan bintang utama Son Heung-min berbuah petaka setelah tim nasional Korea Selatan takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga pamungkas Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Rabu (24/6/2026). Gol tunggal penentu kemenangan Afrika Selatan dilesakkan oleh Thapelo Maseko pada babak pertama, memanfaatkan rapuhnya koordinasi pertahanan skuad Negeri Ginseng.
Hasil minor ini membuat posisi Korea Selatan melorot ke peringkat ketiga klasemen akhir Grup A. Mereka kini berada di ujung tanduk. Skuad Taegeuk Warriors harus menggantungkan nasib pada hasil pertandingan dari grup lain untuk bisa lolos ke babak gugur lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Langkah pragmatis yang berakhir tragis.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Blunder Taktis Babak Pertama Berujung Petaka
Hong Myung-bo membuat kejutan besar sebelum sepak mula berjalan. Nama ikon sepak bola Asia, Son Heung-min, tidak ada dalam daftar sebelas pemain pertama. Pelatih berusia 57 tahun itu memilih pendekatan fisik dengan memasang duet Hwang Hee-chan dan Oh Hyeon-gyu sejak menit awal. Rencana ini hancur berantakan.
Afrika Selatan yang tampil tanpa beban langsung mendikte permainan lewat transisi cepat. Sektor tengah Korea Selatan yang dikomandoi Hwang In-beom kerap kehilangan bola akibat pressing ketat lawan. Petaka bagi Korea Selatan lahir pada menit ke-34. Bermula dari serangan balik cepat di sisi kanan pertahanan, Thapelo Maseko berhasil melepaskan tembakan melengkung yang gagal dihalau oleh kiper Jo Hyeon-woo.
Gol tersebut lahir akibat lemahnya koordinasi lini belakang yang dikoordinasi Kim Min-jae. Tanpa kepemimpinan Son di lapangan, Korea Selatan terlihat kebingungan mengatur ritme permainan setelah tertinggal. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
| Statistik Pertandingan | Korea Selatan | Afrika Selatan |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 54% | 46% |
| Tembakan (Tepat Sasaran) | 8 (2) | 11 (5) |
| Pelanggaran | 12 | 14 |
| Kartu Kuning | 2 | 1 |
Badai Kritik Media Korea Selatan untuk Hong Myung-bo
Keputusan taktis Hong Myung-bo yang memarkir sang kapten di bangku cadangan langsung memicu amarah publik dan media di Seoul. Eksperimen lini depan dengan menduetkan Hwang dan Oh terbukti mandul tanpa kreativitas. Aliran bola dari lini kedua sangat lambat dan mudah dibaca oleh barisan pertahanan lawan yang menerapkan pola *low block*.
Melansir laporan dari media lokal Star News Korea, keputusan sang juru taktik disebut sebagai pemilihan pemain terburuk yang pernah ada dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Media tersebut menilai pendekatan taktis Hong sangat tidak masuk akal dan menuding sang pelatih sebagai titik lemah terbesar di dalam tim.
Masuknya Son pada awal babak kedua menggantikan Oh Hyeon-gyu juga tidak mengubah keadaan secara instan. Skema permainan yang tidak tertata membuat penyerang Tottenham Hotspur tersebut terisolasi di lini depan. Tidak ada pasokan bola yang matang dari sektor tengah yang sudah kelelahan meladeni determinasi para pemain Afrika Selatan.
Performa Son Heung-min yang Mulai Dipertanyakan
Kritik tajam tidak hanya mengarah kepada pelatih. Son Heung-min yang diharapkan menjadi pembeda saat masuk sebagai pemain pengganti justru tampil melempem dan gagal memberikan dampak nyata di lapangan. Ia kesulitan melepaskan diri dari kawalan ketat dua bek sentral Afrika Selatan.
Media olahraga Korea Selatan, Sports News Nate, menulis bahwa penampilan sang pemain sangat mengecewakan sepanjang paruh kedua. Kendati menunjukkan determinasi tinggi, kontribusi konkret pemain berusia 33 tahun itu tercatat nol besar dalam hal penciptaan peluang maupun tembakan tepat sasaran. Fisik sang megabintang tampak tidak prima untuk laga dengan intensitas setinggi ini.
“Kami butuh energi segar di babak pertama, itulah alasan saya menyimpannya,” ujar Hong Myung-bo dalam sesi konferensi pers pasca-laga. “Namun, rencana kami tidak berjalan dengan baik sejak awal laga.”
Beberapa analis sepak bola di Korea Selatan bahkan mulai menyuarakan opini ekstrem terkait regenerasi skuad. Faktor usia yang menuntut penurunan fisik membuat sebagian media menilai ban kapten tim nasional sudah saatnya diserahkan kepada pemain yang lebih muda seperti Lee Kang-in demi masa depan tim.
Sorotan Dunia Internasional atas Blunder Taktis
Keputusan mencadangkan Son Heung-min dalam laga hidup-mati juga mengundang keheranan dari pengamat sepak bola global. Berdasarkan laporan Newsis, beberapa media Barat menilai langkah Hong Myung-bo sebagai salah satu keputusan paling membingungkan sepanjang turnamen berlangsung di Meksiko. Mencadangkan pemain terbaik di laga krusial selalu menjadi perjudian dengan taruhan jabatan.
Kini, publik sepak bola Korea Selatan hanya bisa pasrah menunggu keajaiban dari laga grup lain yang baru akan dimainkan esok hari. Evaluasi besar-besaran dipastikan bakal terjadi di tubuh federasi sepak bola Korea Selatan (KFA), terlepas dari lolos atau tidaknya mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kursi kepelatihan Hong Myung-bo kini berada di ujung tanduk.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.