Sabtu, 27 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Kabupaten Sorong optimalkan pengawasan harga untuk kendalikan inflasi

Pengawasan harga bahan pokok di Kabupaten Sorong untuk kendalikan inflasi
Pengawasan harga di Kabupaten Sorong diperketat untuk kendalikan inflasi. (Ilustrasi: AI)

AIIMAS — Pengawasan harga di Kabupaten Sorong diperketat setelah pemerintah daerah melihat tekanan inflasi masih datang dari sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu memperkuat pemantauan harga dan stok untuk menjaga pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak liar.

Stok masih cukup, tapi harga merangkak

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Sorong Marten Pajala mengatakan stok bahan kebutuhan pokok di wilayah itu masih mencukupi. Meski begitu, sejumlah harga komoditas memang naik, walau belum tergolong tajam.

“Stok cukup dan terus tersedia. Memang ada kecenderungan kenaikan harga, tetapi peningkatannya tidak terlalu besar dan masih dalam batas yang wajar,” kata Marten di Aimas, Papua Barat Daya, Sabtu.

Kalimat itu penting. Soalnya, pasokan yang aman belum tentu otomatis membuat harga stabil. Begitu distribusi terganggu, atau ongkos angkut naik, harga di pasar cepat ikut bergerak.

Pemerintah daerah melihat dua pemicu utama kenaikan harga saat ini: penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dua faktor ini memengaruhi biaya distribusi dan harga barang yang sampai ke tangan konsumen.

Pengawasan harga diperketat setiap hari

Untuk meredam tekanan itu, Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Sorong rutin melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok setiap hari. Hasil pemantauan dilaporkan berkala ke pemerintah pusat sebagai bagian dari sistem pengendalian inflasi.

Langkah harian ini menjaga pemerintah daerah tetap punya data terbaru. Bukan sekadar perkiraan. Data lapangan dipakai untuk membaca komoditas mana yang mulai bergerak, seberapa cepat kenaikannya, dan pasar mana yang butuh intervensi lebih cepat.

TPID Kabupaten Sorong juga turun langsung lewat inspeksi mendadak ke distributor, pasar, dan toko. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memastikan tidak ada penjualan di atas harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Kami terus melakukan pengawasan agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan akibat praktik penjualan yang melebihi ketentuan,” ujar Marten.

Kolaborasi lintas dinas jadi tumpuan

Pengendalian inflasi di Kabupaten Sorong tidak hanya bertumpu pada dinas perdagangan. Pemerintah daerah juga mengandalkan kerja lintas organisasi perangkat daerah agar suplai dari hulu ke hilir tetap terjaga.

Dinas Pertanian mendorong peningkatan produksi komoditas yang sering bergejolak harganya lewat pembinaan kelompok tani. Cara ini dipakai untuk menambah pasokan dari dalam daerah, sehingga ketergantungan pada pasokan luar bisa ditekan perlahan.

Di sektor peternakan, dinas terkait menjaga pasokan daging, ayam, dan telur. Sementara dinas yang membidangi perikanan memastikan ketersediaan ikan tetap aman. Tiga komoditas ini sering menjadi penentu karena cepat terasa dampaknya di dapur rumah tangga.

Pemerintah daerah juga menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala. Langkah ini memberi ruang bagi warga untuk membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama ketika harga pasar mulai menekan daya beli.

Angka BPS menunjukkan tekanan masih ada

Data Badan Pusat Statistik memberi gambaran yang cukup jelas. Pada Mei 2026, Kabupaten Sorong mencatat inflasi tahunan atau year on year sebesar 2,16 persen dengan indeks harga konsumen 107,22.

Tekanan inflasi terutama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,66 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 4,30 persen, sedangkan kelompok transportasi naik 2,12 persen.

Secara bulanan, inflasi Kabupaten Sorong pada Mei 2026 tercatat 0,49 persen. Untuk tahun kalender, angkanya 0,82 persen. Data ini menunjukkan harga masih bergerak naik, meski belum berada di level yang ekstrem.

Indikator inflasi Kabupaten Sorong Mei 2026
Inflasi y-on-y 2,16 persen
IHK 107,22
Inflasi m-to-m 0,49 persen
Inflasi y-to-d 0,82 persen

Tiga kelompok pengeluaran itu penting bagi rumah tangga. Makanan, listrik, dan transportasi langsung mempengaruhi belanja harian. Saat salah satunya naik, tekanan terasa cepat meski nominalnya tampak kecil.

Kenapa pengawasan harga penting bagi warga

Bagi warga, pengawasan harga menentukan seberapa jauh uang belanja bulanan cukup bertahan. Jika stok tersedia tapi harga terus naik, masyarakat tetap menanggung beban tambahan. Karena itu, pemerintah daerah mencoba menahan kenaikan sejak di pasar grosir, bukan menunggu sampai harga menyentuh konsumen akhir.

Langkah Kabupaten Sorong juga penting untuk menjaga ekspektasi pasar. Ketika distributor dan pedagang tahu ada pengawasan rutin, ruang untuk bermain harga biasanya menyempit. Dampaknya langsung ke komoditas harian seperti beras, telur, ayam, cabai, dan kebutuhan rumah tangga lain yang paling sering dibeli.

Di Papua Barat Daya, karakter distribusi barang masih sangat dipengaruhi jarak dan ongkos logistik. Maka, gerak kecil pada bahan bakar atau kurs rupiah bisa merambat ke harga di pasar dengan cepat. Itu sebabnya pemerintah daerah menempatkan pemantauan harian sebagai alat utama, bukan program sampingan.

Dengan stok yang masih cukup dan inspeksi yang berjalan, pemerintah daerah kini bertumpu pada disiplin data dan kedekatan dengan pasar. Satu angka masih jadi perhatian: inflasi y-on-y Mei 2026 sebesar 2,16 persen.

(FI)

Tag: BPS Harga Pangan Inflasi Kabupaten Sorong Papua Barat Daya TPID
📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Artikel Untuk Anda