MANOKWARI — Volume ekspor di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Manokwari, Papua Barat, pada Mei 2026 turun 38,68 persen menjadi 110,74 juta kilogram. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan Mei 2025 yang masih mencapai 180,6 juta kilogram.
Penurunan itu terjadi saat kinerja perdagangan luar negeri Manokwari masih bertumpu pada industri semen. Di satu sisi, ekspor masih berjalan. Di sisi lain, lajunya melambat karena permintaan salah satu komoditas andalan, cement clinker, menyusut dari pasar luar negeri.
Permintaan cement clinker melemah
Kepala Seksi Pabean dan Cukai KPPBC Manokwari Feredy mengatakan penurunan volume ekspor terutama dipicu berkurangnya permintaan cement clinker dari luar negeri. Komoditas ini selama ini menjadi salah satu penopang utama ekspor di wilayah kerja Bea Cukai Manokwari.
“Penurunannya cukup signifikan sehingga memengaruhi keseluruhan volume ekspor dari wilayah kerja Bea Cukai Manokwari,” ujarnya di Manokwari, Senin.
Feredy menjelaskan, kinerja ekspor Manokwari masih ditopang produk semen dari PT Conch West Papua Cement. Produk yang masuk hitungan ekspor antara lain cement clinker, hydraulic cement, dan portland composite cement. Namun, komposisinya bergerak tidak seragam. Ada yang turun. Ada yang justru naik tajam.
Rilis resmi KPPBC Manokwari menunjukkan ekspor hydraulic cement pada Mei 2026 mencapai 48,74 juta kilogram. Angka itu turun sekitar 1,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor portland composite cement melonjak sekitar 90,18 persen menjadi 62 juta kilogram.
Pergerakan dua produk itu menunjukkan bahwa struktur ekspor Manokwari masih bergantung pada sektor industri berbasis semen. Kalau permintaan global untuk satu jenis produk melemah, total volume langsung ikut tertekan. Efeknya terasa cepat.
Nilai ekspor ikut terkoreksi
Tak hanya volume, nilai ekspor dari Januari hingga Mei 2026 juga turun. Menurut Feredy, total ekspor sepanjang periode itu mencapai 4,63 juta dolar Amerika Serikat atau merosot 24,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,16 juta dolar AS.
Penurunan nilai dan volume ini penting dibaca bersama. Sebab, kalau volume turun lebih dulu, penerimaan dari aktivitas perdagangan luar negeri biasanya ikut terpengaruh, terutama saat harga komoditas tidak cukup kuat menahan pelemahan permintaan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.