DEPOK — Festival Heritage Depok Lama 2026 menambah panggung bagi pelaku usaha kecil di Depok. Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmasyah mengatakan gelaran yang baru pertama kali digelar di kota itu ikut menumbuhkan sektor UMKM karena membuka ruang bagi bazar, interaksi warga, dan promosi produk lokal.
Chandra menyampaikan hal itu di Depok, Minggu, saat meninjau rangkaian acara festival yang memadukan parade budaya, ruang edukasi sejarah, dan aktivitas ekonomi warga. Bagi para pedagang kecil, ajang seperti ini bukan sekadar keramaian. Ini peluang jualan. Peluang bertemu pembeli baru. Dan peluang memperkenalkan produk yang selama ini hanya beredar di lingkungan sekitar.
Festival Heritage Depok Lama buka pasar untuk UMKM Depok
Chandra menilai Festival Heritage Depok Lama dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk menonton pertunjukan. Festival itu juga memberi pengalaman yang punya nilai ekonomi. “Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan parade budaya, tetapi juga menjadi ruang interaksi warga dengan sejarah dan potensi ekonomi lokal,” kata Chandra.
Ia juga mengajak masyarakat meramaikan festival yang menurut dia sarat nilai edukasi dan pemberdayaan. Dalam keterangan yang disampaikan, festival ini menjadi ruang untuk mengenal jati diri Kota Depok sekaligus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menggantungkan penjualan pada kegiatan langsung seperti bazar dan pameran.
Keikutsertaan UMKM terlihat dari bazar yang menampilkan beragam produk lokal unggulan. Mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, sampai produk kreatif lainnya, semuanya dipamerkan sebagai bukti geliat ekonomi masyarakat Depok. Pengunjung tidak hanya belanja. Mereka juga bisa berbincang langsung dengan penjual, menanyakan bahan baku, proses produksi, sampai cerita di balik produk yang dibawa ke lapak.
Interaksi seperti itu penting. Soalnya, banyak UMKM lokal yang masih bergantung pada penjualan luring dan kedekatan personal dengan pembeli. Ketika festival memberi keramaian yang terarah, produk yang biasa luput dari perhatian bisa mendapat sorotan baru. Dari sana, peluang pesanan ulang dan promosi dari mulut ke mulut ikut terbuka.
Bazar, kuliner lokal, dan cerita produk jadi daya tarik utama
Di sisi lain, keberadaan bazar menjadi penguat festival sebagai ruang ekonomi warga. Kuliner khas daerah, kerajinan, serta produk kreatif tidak hanya menjadi pajangan. Barang-barang itu berfungsi sebagai pintu masuk bagi pengunjung untuk melihat potensi usaha yang tumbuh dari komunitas lokal.
Chandra menyebut dukungan terhadap UMKM perlu terus dijaga karena sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dalam acara seperti Festival Heritage Depok Lama, dukungan itu hadir dalam bentuk yang paling sederhana namun terasa langsung: datang, membeli, lalu mengenal pelaku usahanya. Alurnya pendek. Dampaknya bisa panjang.
Bagi warga Depok, festival ini juga memberi alasan untuk melihat kembali kawasan Depok Lama bukan hanya sebagai ruang sejarah, tetapi juga sebagai titik pertemuan aktivitas ekonomi. Jika agenda seperti ini berjalan rutin, efeknya bisa meluas. Pelaku usaha mendapat pasar, warga mendapat pilihan belanja, dan kawasan lama memperoleh napas baru sebagai tujuan kegiatan publik.
Chandra menegaskan festival ini bukan sekadar acara hiburan. “Mari kita ramaikan Festival Heritage Depok Lama. Di sini banyak hal yang bisa kita lihat dan pelajari. Ini bukan sekadar acara, tapi ruang untuk mengenal lebih dalam jati diri Kota Depok,” ujarnya.
Historical Studio YLCC jadi magnet edukasi sejarah
Selain bazar, festival ini juga menghadirkan Historical Studio YLCC. Ruang edukatif ini menyajikan perjalanan sejarah Depok secara interaktif lewat dokumentasi, artefak, dan narasi yang mengangkat asal-usul serta perkembangan kota.
Salah satu poin yang disorot adalah kisah 12 marga yang menjadi bagian penting dari identitas Depok. Kehadiran studio semacam ini memberi cara belajar yang lebih dekat untuk generasi muda. Mereka tidak hanya membaca nama tempat atau melihat foto lama. Mereka masuk ke cerita. Melihat benda. Mendengar penjelasan. Lalu menghubungkan masa lalu dengan kehidupan kota sekarang.
Menurut Chandra, cara seperti ini penting agar generasi sekarang tidak melupakan akar budayanya. “Melalui studio ini, kita bisa belajar sejarah Depok dengan cara yang berbeda. Ini penting agar generasi sekarang tidak melupakan akar budayanya,” kata dia.
Pandangan itu sejalan dengan arah pengembangan kawasan heritage yang tidak berhenti pada pelestarian bangunan atau penanda sejarah. Festival membawa pendekatan yang lebih hidup. Sejarah dipasang berdampingan dengan aktivitas ekonomi. Identitas kota bertemu kebutuhan warga. Dan di titik itu, UMKM mendapat ruang yang lebih luas untuk tampil.
Depok Lama diposisikan sebagai tujuan wisata baru
Pemerintah Kota Depok sebelumnya juga menyebut kawasan Heritage Depok Lama akan diproyeksikan sebagai tujuan wisata baru. Dalam kerangka itu, festival menjadi salah satu pintu awal untuk memperkenalkan kawasan, menarik kunjungan, dan menguji seberapa besar minat publik terhadap kombinasi wisata sejarah dan ekonomi kreatif.
Chandra berharap masyarakat tidak hanya datang, tapi juga terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang ada. “Datang, lihat, pelajari, dan rasakan. Kita dukung UMKM kita, kita kenali sejarah kita. Dari situ, kita bangun rasa memiliki terhadap kota ini,” ujarnya.
Seruan itu menegaskan bahwa festival ini tidak berdiri sendiri. Ia dipakai sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara budaya dan ekonomi, serta antara warga dengan identitas kotanya. Kalau dukungan publik terjaga, acara seperti ini bisa menjadi mesin kecil yang terus berputar untuk pelaku usaha lokal.
Festival Heritage Depok Lama 2026 juga memperlihatkan satu hal sederhana: ketika sejarah dibuka dalam format yang mudah dinikmati, warga lebih mudah datang. Ketika warga datang, UMKM ikut bergerak. Dan ketika UMKM bergerak, denyut ekonomi lokal pun terasa. Di Depok, itu terlihat dari satu festival yang baru pertama digelar, tapi sudah memberi tempat bagi bazar, studio sejarah, dan cerita kota yang ingin terus hidup.
Sumber: ANTARA, laporan Feru Lantara.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.