Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Haji Fani pastikan anak yatim di Tabalong tetap bersekolah

Anak yatim di Tabalong menerima dukungan beasiswa sekolah
Anak yatim di Tabalong dijamin tetap sekolah lewat beasiswa Tabalong Smart. (Ilustrasi: AI)

TANJUNG — anak yatim di Tabalong kembali mendapat kepastian soal sekolah mereka. Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menegaskan komitmen memberi beasiswa agar anak yatim dan keluarga kurang mampu tidak putus sekolah melalui program Tabalong Smart.

Pesan itu disampaikan Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani saat menghadiri Pekan Muharram dan penyerahan santunan anak yatim, Minggu. Di acara itu, pemerintah daerah juga menyoroti perlunya dukungan dunia usaha karena anggaran daerah tidak cukup jika semua kebutuhan pendidikan ditanggung sendiri.

Beasiswa untuk yang paling rentan

Rifani, yang akrab disapa Haji Fani, mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Ia meminta perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan ikut menjaga agar anak yatim dan keluarga kurang mampu tetap berada di bangku sekolah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha, masyarakat, dan seluruh stakeholder untuk memastikan anak yatim dan keluarga kurang mampu tetap bersekolah,” kata Haji Fani dalam keterangannya saat kegiatan berlangsung.

Kalimat itu terasa sederhana. Tapi dampaknya besar. Di banyak keluarga, biaya sekolah sering jadi beban yang datang berlapis: seragam, buku, transportasi, sampai kebutuhan harian. Begitu satu komponen hilang, anak bisa saja tersingkir dari sistem pendidikan. Karena itu, beasiswa seperti Tabalong Smart bukan sekadar bantuan tambahan. Ia menjadi penyangga agar anak tetap belajar.

Pemkab Tabalong menyebut program beasiswa itu memang dirancang untuk beberapa kelompok sekaligus. Selain anak yatim dan keluarga kurang mampu, pemerintah daerah juga memberikan beasiswa bagi siswa SD dan SMP berprestasi peringkat 1, 2, dan 3, serta beasiswa untuk peserta didik penyandang disabilitas.

Kolaborasi jadi kunci

Haji Fani mengakui pola kerja sama dengan dunia usaha sejauh ini sudah berjalan cukup baik. Ia menunjuk kegiatan Pekan Muharram dan santunan yang melibatkan 100 anak yatim sebagai contoh dukungan nyata dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Tabalong.

Menurut dia, keberadaan perusahaan yang ikut turun tangan membuat program sosial pemerintah lebih hidup. Bantuan pendidikan jadi lebih luas jangkauannya, dan santunan tidak hanya berhenti pada seremoni. Ada efek jangka panjang. Anak-anak yang menerima bantuan hari ini punya peluang lebih besar untuk menyelesaikan sekolah besok.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda