Dalam kegiatan itu, bupati juga memberikan apresiasi kepada perwakilan dunia usaha. Nama-nama seperti PT Jhonlin Baratama, PT Conch South Kalimantan, dan PT Adaro Indonesia ikut disebut sebagai pihak yang memberi dukungan, bersama sejumlah donatur lain.
Dukungan ini penting karena kebutuhan di lapangan tidak kecil. Jika hanya mengandalkan APBD, banyak program harus saling berebut porsi. Beasiswa, santunan, dan bantuan sosial lain harus berjalan beriringan dengan layanan dasar pemerintah. Di titik ini, perusahaan dan masyarakat memang punya ruang besar untuk menutup celah yang belum sepenuhnya dijangkau anggaran daerah.
Gerakan sosial dari kampus dan organisasi muda
Ketua pelaksana Taswilun Kamil menjelaskan bahwa Pekan Muharram dan santunan anak yatim lahir dari kepedulian sosial sekaligus semangat kebersamaan kader IPNU, IPPNU, dan PMII. Ia menekankan kegiatan itu bukan hanya soal menyalurkan bantuan, melainkan juga menebar manfaat bagi masyarakat, terutama anak yatim.
“Kami mengucapkan terima kasih atas support dari para donatur, semoga segala bentuk kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ujar Taswilun.
Kehadiran organisasi kepemudaan dan mahasiswa memberi warna lain dalam kegiatan ini. Mereka menjadi penghubung antara kepedulian warga, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Model seperti ini sering kali efektif karena dekat dengan masyarakat dan cepat bergerak. Tidak kaku. Tidak berjarak.
Acara tersebut juga mendapat sokongan dari Camat Tanjung, KUA Murung Pudak, KUA Tanta, Disperkim, Disperindag, Pengurus Cabang Muslimat NU, Toko Bangunan Ari, Toko Bangunan Dayat, dan PT Yakult. Jaringannya cukup lebar. Dari lembaga pemerintah sampai pelaku usaha lokal, semuanya ikut menanggung sebagian beban sosial yang ada di daerah.
Kenapa program ini penting bagi Tabalong
Di Tabalong, beasiswa Tabalong Smart tidak hanya menyasar angka partisipasi sekolah. Program ini juga menyentuh rasa aman keluarga. Orang tua yang kehilangan tulang punggung atau hidup dengan penghasilan terbatas bisa sedikit bernapas lega ketika biaya pendidikan anak mendapat penopang.
Untuk anak yatim, bantuan seperti ini sering jadi pembeda antara terus sekolah atau berhenti di tengah jalan. Satu bantuan bisa mengubah ritme hidup keluarga. Seragam terbeli. Buku masuk tas. Uang transport ada. Dan yang paling penting, anak tetap hadir di kelas.
Di sisi lain, dukungan bagi siswa berprestasi dan penyandang disabilitas menunjukkan pemerintah daerah tidak cuma mengejar pemerataan, tapi juga memberi ruang bagi kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Artinya, kebijakan pendidikan di Tabalong mencoba memotong dua masalah sekaligus: risiko putus sekolah dan ketimpangan kesempatan.
Program semacam ini juga memberi sinyal ke publik bahwa pendidikan bukan urusan sekolah semata. Ia memerlukan gotong royong. Pemerintah menyiapkan skema, dunia usaha menambah daya dorong, organisasi sosial menggerakkan jaringan, lalu masyarakat ikut menjaga agar bantuan tepat sasaran.
Satu angka dari kegiatan itu cukup menggambarkan arah kerja sama di Tabalong: 100 anak yatim menerima dukungan dalam Pekan Muharram kali ini. Angka yang kecil bagi APBD, tapi besar bagi keluarga yang merasakannya langsung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.