Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Larangan media sosial usia minimum 16 tahun makin meluas

Larangan media sosial usia 16 tahun meluas di banyak negara
Larangan media sosial usia 16 tahun meluas ke Inggris, Australia, dan Asia. (Ilustrasi: AI)

“Sulit menjual langkah-langkah keamanan kepada politisi ketika tidak ada cukup konsistensi di antara pesaing Anda,” kata sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa hasil akhirnya bisa seperti Australia, yang menurut dia tidak mendorong desain platform yang lebih aman dan justru memunculkan banyak upaya mengakali pembatasan.

“Anda membuang bayi bersama air mandinya,” ujarnya.

Pandangan itulah yang kini makin sering terdengar. Bukan hanya dari politisi, tapi juga dari mantan petinggi platform dan orang tua yang lelah melihat anak-anak mereka tumbuh di lingkungan digital yang terasa terlalu liar.

Amerika Serikat masih jadi pengecualian

Walau banyak negara bergerak, Amerika Serikat masih menjadi pengecualian besar. Tanah kelahiran raksasa media sosial itu sulit melangkah ke larangan federal karena kebuntuan politik, perlindungan Amandemen Pertama, dan posisi big tech yang sudah sangat melekat dalam ekonomi nasional.

Darrell West dari Brookings Institution mengatakan larangan di tingkat negara bagian tidak akan meluas secara besar-besaran. Untuk level federal, peluangnya dinilai rendah karena terlalu banyak anggota legislatif yang menolak regulasi teknologi.

Tapi Theo Bertram, direktur Social Market Foundation dan mantan eksekutif TikTok, melihat arah berbeda. Ia menyebut keputusan Inggris sebagai titik balik global.

“Dalam sejarah legislasi, biasanya ada satu atau dua negara yang jadi pengecualian. Lalu ketika negara-negara dengan pengaruh regulasi di dunia, seperti Inggris, bergabung dengan Australia, maka itu menjadi titik balik,” kata Bertram.

Ia menilai perusahaan teknologi kini tidak hanya dikritik politisi arus utama, tetapi juga publik yang makin kehilangan kepercayaan. “Di era populisme, perusahaan-perusahaan ini mendapat kritik juga dari luar politik arus utama. Perusahaan teknologi kehilangan opini publik, dan politisi akan bergerak mengikuti itu,” ujarnya.

Dan arah geraknya sudah terlihat. Dari London sampai Canberra, dari Brussels sampai Jakarta, batas usia media sosial tak lagi dianggap ide pinggiran. Yang diperdebatkan sekarang bukan apakah aturan akan datang, melainkan seberapa cepat dan seketat apa ia berlaku. Satu angka yang terus disebut: 16 tahun.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda