Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pemkab Nabire Lanjutkan Aturan Ganjil Genap Untuk Pengisian BBM Subsidi

Aturan ganjil-genap BBM subsidi di SPBU Nabire
Ganjil-genap BBM subsidi di Nabire diperpanjang. (Ilustrasi: AI)

NABIRE — Ganjil-genap BBM subsidi di Nabire tetap berjalan. Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memilih melanjutkan pembatasan plat nomor kendaraan untuk pengisian BBM bersubsidi di SPBU karena kebijakan itu dinilai langsung menekan antrean kendaraan sejak berlaku pada 19 Juni 2026.

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan antrean motor, mobil, dan truk di SPBU mulai berkurang setelah surat edaran bupati diterapkan. Dampaknya terasa di jalan raya. Ruang lalu lintas yang sebelumnya kerap tersedak oleh kendaraan yang mengular di sekitar SPBU kini mulai lebih longgar.

Antrean SPBU turun, arus lalu lintas ikut membaik

Burhanuddin menjelaskan penertiban BBM bersubsidi itu mengacu pada Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 500.10.1/1061/Sek Tahun 2026. Aturan tersebut memuat salah satu poin utama berupa pemberlakuan sistem ganjil-genap kendaraan yang mengisi BBM subsidi di SPBU.

“Salah satu poin di SE Bupati tersebut adalah pemberlakuan sistem ganjil-genap kendaraan yang mengisi BBM subsidi di SPBU sejak 19 Juni 2026. Sekarang sudah mulai kelihatan, antrean motor, mobil dan truk di SPBU sudah banyak berkurang,” kata Burhanuddin di Nabire, Minggu.

Ia menambahkan, selama ini antrean kendaraan di sekitar SPBU bukan cuma mengganggu kelancaran lalu lintas. Kondisi itu juga memicu risiko kecelakaan karena kendaraan memadati badan jalan. Di kota yang pergerakan warganya banyak bergantung pada kendaraan roda dua dan angkutan harian, persoalan antrean BBM memang cepat menjalar ke mana-mana.

Buat warga, perubahan ini terasa langsung. Yang biasanya harus menunggu lama di pinggir jalan, kini mendapat alur pembelian yang lebih tertib. Tapi, aturan ini juga membawa beban baru bagi sebagian orang, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja setiap hari.

Pro dan kontra masih jalan

Pemkab Nabire mengakui kebijakan ini belum sepenuhnya diterima semua pihak. Burhanuddin menyebut masih ada pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satu kelompok yang menyampaikan keberatan adalah pengemudi ojek yang merasa terdampak karena kebutuhan BBM mereka cukup tinggi untuk menunjang aktivitas harian.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda