Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Profesor Brown Ungkap Kecurangan AI di Ujian, 50 Mahasiswa Terlibat

Kecurangan AI Brown dalam ujian memicu sorotan kampus elite
Kecurangan AI Brown diduga melibatkan 50 mahasiswa dalam ujian ekonomi. (Ilustrasi: AI)

PROVIDENCE — kecurangan AI Brown kini jadi perbincangan serius di kampus elite Amerika Serikat setelah ekonom Roberto Serrano menyebut punya bukti kuat bahwa sedikitnya 50 mahasiswa menyontek dalam ujian tengah semester kelas ekonomi tingkat lanjut di Brown University, pada 5 Maret lalu. Dari temuan itu, Serrano menilai satu pertanyaan besar langsung mengemuka: apakah kampus masih siap menjaga integritas akademik saat AI makin mudah dipakai untuk menjawab soal?

Serrano, profesor ekonomi Harrison S. Kravis di Brown, mengatakan kecurangan itu terjadi di kelas ECON 1170, mata kuliah ekonomi matematis tingkat sarjana yang memang dikenal berat. Ia menyebut bukti yang ia pegang “meyakinkan” dan bahkan menyebut kasus ini sebagai skandal terbesar yang ia ketahui di Brown, sekaligus yang paling besar di lingkaran Ivy League sejauh ini.

“Bukti empiris kecurangannya sangat kuat,” kata Serrano dalam wawancara telepon dari Providence, Rhode Island, seperti dikutip dari laporan El País. Kalimatnya pendek. Tegas. Ia juga mendesak Brown tidak berhenti di level peringatan internal, melainkan membuka debat terbuka soal dampak AI terhadap pendidikan tinggi.

Kecurangan AI Brown dan angka yang membuat kampus waspada

Kasus ini mencolok bukan cuma karena jumlah mahasiswa yang diduga terlibat, tapi juga karena hasil ujiannya janggal. Dari 89 mahasiswa yang ikut ujian tengah semester, rata-rata nilai mencapai 96 dari 100. Empat puluh mahasiswa bahkan meraih nilai sempurna.

Tim pemeriksa lalu menemukan pola yang dianggap tidak wajar. Beberapa jawaban memuat bagian-bagian yang, menurut Serrano, cocok dengan hasil ketika soal yang sama dimasukkan ke ChatGPT. Dari situ, dugaan kecurangan AI Brown menguat. Bukan sekadar curiga tanpa dasar. Ada jejak yang menurut sang profesor sulit diabaikan.

Serrano memilih tidak membatalkan ujian tengah semester. Ia justru memberi peringatan bahwa ujian akhir akan digelar tatap muka dan menjadi penentu utama bila sebaran nilainya tak masuk akal dibanding ujian tengah semester. Hasilnya berubah drastis. Nilai rata-rata ujian akhir turun ke 48 dari 100.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda