LONDON — Undian Wimbledon dinilai tidak ramah untuk Jack Draper setelah petenis Inggris itu langsung ketemu Taylor Fritz di putaran pertama tunggal putra. Pandangan itu datang dari presenter Sky Sports, Gigi Salmon, yang menyoroti 21 petenis Inggris di dua undian Wimbledon 2026 serta peluang mereka saat turnamen dimulai di All England Club, London.
Dampaknya jelas. Bagi Draper, jalur awal langsung berat karena Fritz datang sebagai unggulan kuat dan salah satu penantang gelar. Bagi publik tuan rumah, undian ini berarti harapan besar langsung diuji sejak hari pertama. Tidak semua wakil Inggris mendapat lawan berat, tapi beberapa nama muda justru harus melewati ujian besar untuk menjaga mimpi melaju jauh.
21 petenis Inggris, campuran pengalaman dan debut
Dalam kolom pratinjaunya, Gigi Salmon membedah 21 wakil Britania Raya yang tersebar di sektor putra dan putri. Komposisinya beragam: ada pemain yang lolos langsung lewat peringkat, ada yang menembus babak utama lewat kualifikasi, dan ada pula penerima wild card. Dua di antaranya berstatus unggulan, sementara empat pemain akan mencatat debut di undian utama Wimbledon.
Nama-nama itu penting bukan cuma untuk publik Inggris. Wimbledon selalu punya bobot emosional tersendiri bagi penonton tuan rumah. Setiap hasil undian, sekecil apa pun, langsung memengaruhi peluang munculnya wakil lokal di pekan kedua. Itu sebabnya sorotan utama bukan hanya siapa lawannya, melainkan seberapa jauh mereka bisa bertahan di lapangan rumput yang terkenal cepat dan tak memberi banyak ruang salah langkah.
Jack Draper hadapi jalan paling berat
Salmon menilai laga putaran pertama Jack Draper melawan Taylor Fritz sebagai partai paling mencolok dari undian Inggris. Fritz datang dengan modal kuat setelah mencapai semifinal tahun lalu dan dua final beruntun di lapangan rumput Stuttgart dan Halle. Draper sendiri baru saja pulih dari cedera, mencapai semifinal Eastbourne, dan kembali bekerja bersama Andy Murray di tim kepelatihan.
Rekam pertemuan mereka masih berpihak pada Draper 3-2, termasuk kemenangan di Queen’s pada 2022. Tapi konteksnya berbeda sekarang. Draper baru memainkan turnamen keduanya sejak April. Itu membuat setiap set terasa mahal. Salmon bahkan menyebut undian itu bisa “jauh lebih ramah” bagi petenis nomor satu Inggris tersebut.
“Kalau melihat kertasnya, ini laga blockbuster. Tapi untuk Draper, undiannya bisa jauh lebih baik,” kata Salmon dalam kolomnya di Sky Sports, yang juga menayangkan ATP dan WTA Tour secara langsung.
Cam Norrie diuntungkan, Raducanu dapat ujian awal
Di sektor putra, kabar yang lebih ringan datang untuk unggulan ke-26 Cam Norrie. Ia akan menghadapi petenis kualifikasi asal Amerika Serikat, Michael Zheng, yang baru berada di peringkat 143 dunia dan baru mencicipi main draw Grand Slam untuk kedua kalinya. Jan Choinski, petenis Inggris lain yang lolos lewat peringkat, berjumpa Vit Kopriva, lawan yang posisinya masih lebih tinggi 39 tingkat.
Nama-nama dari jalur kualifikasi juga menarik. Max Basing, 23 tahun, lolos setelah duel lima set yang melelahkan. Ia akan melawan Shintaro Mochizuki. Billy Harris, yang sempat ramai dibahas karena tak mendapat wild card, justru menembus undian utama dan langsung bertemu unggulan ke-19 Karen Khachanov. Ollie Tarvet, yang kembali sukses melewati kualifikasi seperti tahun lalu, menghadapi unggulan ke-25 Arthur Rinderknech.
Di sektor putri, Emma Raducanu menjadi sorotan utama. Petenis unggulan ke-30 itu datang dengan modal final Queen’s yang mengantarnya kembali mendapat status unggulan di Wimbledon. Ia membuka laga melawan Antonia Ruzic, lawan yang pernah mengalahkannya di Dubai awal tahun ini saat Raducanu sedang sakit virus.
Jika menang, Raducanu bisa bertemu Harriet Dart atau Jelena Ostapenko, lalu di babak berikutnya mungkin sudah menunggu Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia. Jalurnya terasa padat. Tapi begitulah grass court. Sekali terpeleset, habis.
Boulter, Jones, dan nama baru di sektor putri
Katie Boulter juga masuk daftar yang diawasi. Petenis peringkat 59 dunia itu akan melawan kualifikasi Tyra Grant. Boulter datang dengan modal semifinal Queen’s dan musim panas yang sibuk, termasuk rencana pernikahan yang makin dekat dengan petenis Australia Alex de Minaur. Fran Jones, yang mengaku menjalani musim paling berat di tur tahun ini, membuka kampanye melawan Diane Parry dari Prancis.
Di kelompok pemain wild card, Alicia Dudeney jadi nama yang patut dicatat. Ia mendapat tiket main draw setelah musim kuat di level ITF, meraih empat gelar, lalu membukukan kemenangan pertamanya atas pemain 100 besar di Nottingham. Lawan pertamanya adalah Alycia Parks dari Amerika Serikat. Ada juga Katie Swan, Harriet Dart, dan beberapa nama lain yang membuat sektor putri Inggris terasa lebih tebal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salmon menutup penilaiannya dengan nada realistis. Inggris punya banyak wakil, tapi draw tidak selalu bersahabat. Ada yang dapat jalan landai. Ada pula yang langsung masuk bara. Untuk Draper, tantangannya sudah datang di ronde pertama. Untuk Raducanu, tiket menuju pekan kedua akan menuntut fokus penuh sejak bola pertama dipukul.
“Draper, Raducanu, dan beberapa nama lain memang punya peluang. Tapi undian seperti ini menuntut mereka tampil tajam sejak awal,” ujar Salmon.
Wimbledon sendiri kembali menyuguhkan campuran harapan, tekanan, dan drama khas rumput London. Bagi Inggris, satu kemenangan awal bisa mengubah suasana. Satu kekalahan dini bisa mengubah narasi. Dan tahun ini, semua itu terasa lebih cepat datang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.