Selasa, 30 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Mahasiswa Surabaya Jadi Agen Digital Banking, BRI Catat Ratusan Nas…

Mahasiswa Surabaya Jadi Agen Digital Banking, BRI Catat Ratusan Nas…
Foto: Eduardo Soares/Pexels

SURABAYA — Ratusan mahasiswa di Surabaya bukan sekadar buka rekening. Mereka dilatih jadi ujung tombak perluasan layanan perbankan digital BRI langsung dari kampus.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 12 Surabaya menggelar Grand Final BRImo Campus Ambassador Surabaya 2026 pada Senin, 29 Juni 2025. Program perdana ini berhasil mencatatkan akuisisi 798 rekening baru sekaligus aktivasi aplikasi BRImo — angka yang melonjak dari 600-an rekening sejak tahap awal kompetisi.

Kompetisi bertema Be the Voice of BRImo ini berlangsung selama tiga bulan, melibatkan sekitar 200 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Surabaya. Bukan turnamen biasa — peserta harus melewati penyisihan, technical meeting, masa karantina, hingga grand final.

Kenapa BRI Libatkan Mahasiswa?

Logikanya sederhana. Mahasiswa hidup di ekosistem sosial yang padat dan saling terhubung. Satu orang bisa memengaruhi puluhan teman sekampus, satu komunitas bisa menjangkau ratusan orang. BRI melihat peluang itu.

Retail Transaction Department Head BRI Region 12 Surabaya, Tri Wahyuni, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kampanye akuisisi rekening biasa.

“Kami percaya mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan digital, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan. Mereka memiliki potensi besar untuk menginspirasi lingkungan sekitarnya dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif,” ujar Tri Wahyuni.

Pendekatan ini sejalan dengan target besar pemerintah soal inklusi keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia masih perlu didorong, terutama di segmen usia produktif muda yang sering menggunakan teknologi tapi belum sepenuhnya terhubung ke layanan perbankan formal.

Lebih dari Sekadar Jualan Rekening

Yang membedakan BRImo Campus Ambassador dari sekadar program referral biasa adalah bobot tugasnya. Di tahap karantina, peserta tidak cukup hanya pintar presentasi. Mereka harus menyusun program kerja nyata, membangun kolaborasi langsung dengan institusi kampus, dan menunjukkan dampak terukur terhadap ekosistem digital banking di lingkungan mereka.

Hasilnya berbicara sendiri. Dari lebih dari 600 rekening di tahap awal, angka itu tumbuh menjadi 798 rekening aktif — plus aktivasi BRImo — ketika kompetisi usai. Artinya, setiap finalis rata-rata berkontribusi mengakuisisi puluhan nasabah baru, bukan hanya sekadar memenuhi kuota.

Tri Wahyuni menilai capaian itu membuktikan satu hal: kolaborasi antara bank dan mahasiswa bisa mempercepat inklusi keuangan digital secara signifikan, terutama jika peserta diberi ruang untuk berkreasi dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Model yang Bisa Direplikasi

Program semacam ini bukan tanpa preseden. Sejumlah perusahaan fintech dan bank digital sudah lebih dulu memanfaatkan strategi campus ambassador — dari Jenius hingga berbagai neobank. Tapi BRI, sebagai bank BUMN dengan jaringan terluas di Indonesia, punya modal yang berbeda: kepercayaan yang sudah mengakar di masyarakat.

Dengan 11 perguruan tinggi terlibat di Surabaya saja, potensi replikasi program ini ke kota-kota lain di Jawa Timur — bahkan seluruh Indonesia — terbuka lebar. Bayangkan jika model serupa dijalankan di Malang, Jember, atau Kediri, dengan kampus-kampus yang punya populasi mahasiswa besar.

Bagi mahasiswa sendiri, nilai lebih dari program ini bukan cuma sertifikat. Mereka mendapat pengalaman lapangan: negosiasi, membangun jaringan, menyusun strategi pemasaran, dan mengeksekusi program kerja. Kompetensi yang justru sering absen dari kurikulum formal.

Apa Artinya bagi Ekosistem Digital Banking?

798 rekening mungkin terdengar kecil dibanding jutaan nasabah BRI secara nasional. Tapi angka itu lahir dari satu program, di satu kota, dalam tiga bulan. Dan yang lebih penting: rekening-rekening itu bukan hasil iklan massal — melainkan rekomendasi dari teman ke teman, dari orang yang dipercaya.

Dalam dunia pemasaran, model word-of-mouth berbasis komunitas seperti ini punya tingkat konversi dan retensi yang jauh lebih tinggi dibanding iklan digital. Nasabah yang masuk lewat rekomendasi teman cenderung lebih aktif menggunakan layanan, lebih setia, dan lebih sulit berpindah ke kompetitor.

BRI tampaknya paham betul dinamika itu.


Ringkasan 3 Poin:

  • BRI Region 12 Surabaya melibatkan 200 mahasiswa dari 11 kampus dalam program BRImo Campus Ambassador 2026, berlangsung tiga bulan.
  • Program berhasil mencatatkan 798 rekening baru plus aktivasi BRImo — naik dari 600-an rekening di tahap awal kompetisi.
  • Peserta tidak hanya berjualan rekening, tapi dilatih menyusun program kerja dan membangun ekosistem digital banking di kampus masing-masing.

FAQ Singkat:

Siapa saja yang bisa ikut BRImo Campus Ambassador?
Mahasiswa aktif dari perguruan tinggi yang bermitra dengan BRI di wilayah program berlangsung.

Apa manfaat bagi mahasiswa peserta?
Pengalaman lapangan di bidang pemasaran dan literasi keuangan, jaringan profesional, serta kompetisi berjenjang yang menguji kemampuan nyata — bukan sekadar pengetahuan akademis.

Apakah program ini akan berlanjut?
BRI belum mengumumkan jadwal berikutnya secara resmi, tapi capaian 798 rekening dari program perdana ini memberi sinyal kuat bahwa model ini layak dilanjutkan dan diperluas.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda