Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
Ancaman Siber Meningkat, Ini Langkah Sederhana Pelaku Bisnis Amankan Data Perusahaan   ·   Proyeksi Ekonomi Global 2026: Pertumbuhan Melambat di Tengah Bayang Ketegangan Geopolitik   ·   BRI Bandung hadirkan KPR bunga berjenjang mulai dari 4 persen   ·   Terikat Janji Episode 93: Davina Mengetahui Kebenaran, Hubungan dengan Sena di Ujung…   ·   Gelombang Panas AS 2026: Saat Lonjakan Infrastruktur AI Menguji Ketahanan Jaringan Listrik   ·   BCL Tampil Glamor dan Elegan Kenakan Kebaya, Sambut Presiden Republik Belarus di…   ·   Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Dunia Hadapi Ancaman Kelebihan Pasokan   ·   Tarif Listrik Juli 2026 Resmi Tidak Naik: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Rumah…   ·  
EKONOMI BISNIS

Mahasiswa Surabaya Jadi Agen Digital Banking BRI Catat Ratusan Nasabah Baru

Mahasiswa Surabaya Jadi Agen Digital Banking, BRI Catat Ratusan Nas…
Foto: Eduardo Soares/Pexels

Tri Wahyuni menilai capaian itu membuktikan satu hal: kolaborasi antara bank dan mahasiswa bisa mempercepat inklusi keuangan digital secara signifikan, terutama jika peserta diberi ruang untuk berkreasi dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Model yang Bisa Direplikasi

Program semacam ini bukan tanpa preseden. Sejumlah perusahaan fintech dan bank digital sudah lebih dulu memanfaatkan strategi campus ambassador — dari Jenius hingga berbagai neobank. Tapi BRI, sebagai bank BUMN dengan jaringan terluas di Indonesia, punya modal yang berbeda: kepercayaan yang sudah mengakar di masyarakat.

Dengan 11 perguruan tinggi terlibat di Surabaya saja, potensi replikasi program ini ke kota-kota lain di Jawa Timur — bahkan seluruh Indonesia — terbuka lebar. Bayangkan jika model serupa dijalankan di Malang, Jember, atau Kediri, dengan kampus-kampus yang punya populasi mahasiswa besar.

Bagi mahasiswa sendiri, nilai lebih dari program ini bukan cuma sertifikat. Mereka mendapat pengalaman lapangan: negosiasi, membangun jaringan, menyusun strategi pemasaran, dan mengeksekusi program kerja. Kompetensi yang justru sering absen dari kurikulum formal.

Apa Artinya bagi Ekosistem Digital Banking?

798 rekening mungkin terdengar kecil dibanding jutaan nasabah BRI secara nasional. Tapi angka itu lahir dari satu program, di satu kota, dalam tiga bulan. Dan yang lebih penting: rekening-rekening itu bukan hasil iklan massal — melainkan rekomendasi dari teman ke teman, dari orang yang dipercaya.

Dalam dunia pemasaran, model word-of-mouth berbasis komunitas seperti ini punya tingkat konversi dan retensi yang jauh lebih tinggi dibanding iklan digital. Nasabah yang masuk lewat rekomendasi teman cenderung lebih aktif menggunakan layanan, lebih setia, dan lebih sulit berpindah ke kompetitor.

BRI tampaknya paham betul dinamika itu.


Ringkasan 3 Poin:

  • BRI Region 12 Surabaya melibatkan 200 mahasiswa dari 11 kampus dalam program BRImo Campus Ambassador 2026, berlangsung tiga bulan.
  • Program berhasil mencatatkan 798 rekening baru plus aktivasi BRImo — naik dari 600-an rekening di tahap awal kompetisi.
  • Peserta tidak hanya berjualan rekening, tapi dilatih menyusun program kerja dan membangun ekosistem digital banking di kampus masing-masing.

FAQ Singkat:

Siapa saja yang bisa ikut BRImo Campus Ambassador?
Mahasiswa aktif dari perguruan tinggi yang bermitra dengan BRI di wilayah program berlangsung.

Apa manfaat bagi mahasiswa peserta?
Pengalaman lapangan di bidang pemasaran dan literasi keuangan, jaringan profesional, serta kompetisi berjenjang yang menguji kemampuan nyata — bukan sekadar pengetahuan akademis.

Apakah program ini akan berlanjut?
BRI belum mengumumkan jadwal berikutnya secara resmi, tapi capaian 798 rekening dari program perdana ini memberi sinyal kuat bahwa model ini layak dilanjutkan dan diperluas.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda