Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Rupiah Ditutup Jeblok ke Rp17.907 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Jeblok ke Rp17.907 per Dolar AS
Rupiah jeblok ke Rp17.907 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni, sore. (Ilustrasi: AI)

Ia menambahkan tekanan rupiah tidak lepas dari inflasi di sejumlah daerah serta sentimen terhadap regulasi baru terkait obligasi investasi negara. Menurut Ibrahim, ketimpangan inflasi dipicu oleh beberapa faktor yang saling bertaut.

“Ketimpangan inflasi dipicu oleh beberapa faktor, seperti rantai tata niaga pangan domestik yang belum efisien, fluktuasi cuaca setempat, serta pola tanam antar-daerah yang belum terkoordinasi,” ujarnya.

Artinya, kurs rupiah bukan hanya dipengaruhi faktor luar negeri. Kondisi harga pangan, distribusi barang, dan koordinasi produksi di daerah juga ikut membentuk persepsi pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Proyeksi Rabu: masih bergerak liar

Untuk perdagangan Rabu, 1 Juli, Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif. Ia melihat peluang penutupan di kisaran Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS, sehingga pasar valuta asing diperkirakan tetap sensitif pada sentimen global dan data ekonomi domestik.

Bagi dunia usaha, kisaran itu bukan angka kecil. Selisih beberapa puluh rupiah saja bisa memengaruhi biaya impor, kontrak dagang, sampai hitungan margin perusahaan yang banyak bergantung pada bahan baku luar negeri. Dan bila tekanan global belum mereda, rupiah berisiko tetap bergerak rapuh dalam waktu dekat.

Penutupan di Rp17.907 per dolar AS pada Selasa sore menandai level yang masih jauh dari nyaman bagi pasar. Satu data perdagangan luar negeri berikutnya bisa mengubah arah sentimen, tapi untuk saat ini, rupiah masih berdiri di bawah bayang-bayang penguatan dolar AS.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda