Untuk memastikan masyarakat mengenali petugas resmi, BPS membekali mereka dengan tiga atribut. Pertama, tanda pengenal dengan QR Code untuk verifikasi. Kedua, rompi resmi petugas sensus ekonomi. Ketiga, surat tugas dari BPS. Tiga perlengkapan ini penting, karena pendataan besar seperti sensus sering rawan disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.
Amalia meminta masyarakat menerima petugas dan memberi jawaban yang benar. Ia merangkumnya dengan pesan singkat: “TIR”, singkatan dari Terima petugas sensus, Isi dengan jawaban yang benar, dan Rahasia pasti terjaga. Pesan itu mudah diingat. Ringkas. Tapi isinya serius.
Bagi warga, imbauan ini berarti satu hal praktis: saat petugas datang, periksa identitas mereka sebelum memberikan keterangan. QR Code dan surat tugas bisa membantu verifikasi awal. Langkah kecil, tapi berguna untuk menghindari penipuan yang kerap menyasar program pendataan resmi.
Data dijamin rahasia, tidak untuk pajak
BPS menegaskan kerahasiaan data masyarakat dilindungi undang-undang. Lembaga itu merujuk Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, khususnya Pasal 21 dan Pasal 24, serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, khususnya Pasal 36, Pasal 38, dan Pasal 39.
Penjelasan soal perlindungan data ini penting karena sebagian masyarakat masih khawatir jawaban dalam sensus akan dipakai untuk kepentingan lain. BPS mencoba menutup kekhawatiran itu dengan jaminan hukum. Artinya, data yang diberikan responden tidak semestinya berujung pada urusan pajak, melainkan dipakai untuk statistik dan perumusan kebijakan.
Amalia juga menekankan bahwa manfaat kebijakan yang disusun dari hasil sensus akan kembali dirasakan masyarakat. Pernyataan itu menggarisbawahi logika dasar sensus: warga memberi data, negara menyusun kebijakan, lalu hasilnya kembali ke publik dalam bentuk program yang lebih tepat sasaran.
Di lapangan, hasil SE2026 juga bisa jadi rujukan penting bagi pemerintah daerah. Data tentang persebaran usaha, karakteristik UMKM, dan kondisi rumah tangga dapat membantu daerah membaca kantong-kantong ekonomi yang aktif, wilayah yang butuh dorongan investasi, sampai sektor yang memerlukan tenaga kerja tambahan.
Gambaran seperti ini membuat Sensus Ekonomi 2026 lebih dari sekadar kegiatan rutin statistik. Ini soal peta ekonomi terbaru. Dan bagi pelaku usaha kecil, satu angka dari BPS bisa berpengaruh pada keputusan besar: buka cabang, menambah karyawan, atau bertahan di lokasi yang ada. Satu detail yang menggigit: pendataan lapangan berlangsung selama 78 hari, dari 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.