Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

PMI Manufaktur Juni 2026 Turun ke 46,9: Sinyal Serius Sektor Industri Masuk Zona Kontraksi

Ilustrasi grafik penurunan indeks PMI manufaktur dan perkembangan sektor industri nasional
Ilustrasi grafik penurunan indeks PMI manufaktur dan perkembangan sektor industri nasional

Melemahnya sektor industri berdampak berantai. Berkurangnya aktivitas produksi membatasi penciptaan lapangan kerja produktif, yang pada gilirannya menekan daya beli masyarakat.

“Ini membentuk lingkaran persoalan yang hanya bisa diputus melalui transformasi struktur industri, deregulasi, dan penyederhanaan birokrasi,” ujarnya.

Prof. Didik mengingatkan, Indonesia pernah membuktikan keberhasilan strategi serupa pada dekade 1980 hingga 1990-an. Saat itu pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 7–8 persen dengan pertumbuhan industri yang menyentuh angka 10–12 persen. Namun, kebijakan tersebut belum diterapkan kembali secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatan Agar Tidak Tertinggal

Prof. Didik memberikan peringatan tegas jika tidak ada perubahan arah kebijakan. “Dulu pada tahun 1970-an, rakyat Vietnam masih banyak mengungsi dan tinggal di Pulau Galang serta Rempang. Sekarang mereka justru melampaui kita. Jika tidak ada langkah konkret membangkitkan industri dan memperbaiki iklim usaha, Indonesia bisa menjadi negara yang tertinggal dan bahkan menjadi negara sakit di kawasan ASEAN,” tutupnya.

Kesimpulan

Penurunan PMI manufaktur menjadi 46,9 pada Juni 2026 bukan sekadar angka statistik, melainkan peringatan dini mengenai kondisi sektor industri nasional. Untuk mengembalikan momentum pertumbuhan, diperlukan konsistensi kebijakan, perbaikan iklim investasi, dan transformasi industri yang mampu bersaing di pasar global.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda