Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Sekutu Sara Duterte Marcoleta Ditangkap Jelang Sidang Impeachmentnya

Sekutu Sara Duterte Marcoleta Ditangkap Jelang Sidang Impeachmentnya
Foto: KATRIN BOLOVTSOVA/Pexels

MANILA — Rodante Marcoleta, anggota Senat Filipina dan sekutu dekat Wakil Presiden Sara Duterte, ditangkap Senin sore oleh aparat anti-korupsi, hanya beberapa jam sebelum sidang impeachment bosnya dibuka di gedung Senat Manila.

Penangkapan itu terjadi di dalam ruang pengadilan, sesaat setelah Marcoleta datang untuk membantah perintah penahanan yang telah dikeluarkan. Hakim Karl Miranda mengatakan pengadilan telah menemukan bukti kuat bahwa Marcoleta melakukan tindak pidana yang didakwakan.

Dakwaan Pelanggaran Antikorupsi

Marcoleta dituduh menerima 75 juta peso (sekitar 1,2 juta dolar AS) dari para donor swasta selama kampanye senatnya tahun 2025, melanggar undang-undang antikorupsi. Kantor Ombudsman Filipina mengajukan dakwaan ini ke pengadilan antikorupsi negara.

Sebagai bagian dari putusan, pengadilan juga mengeluarkan perintah penahan keberangkatan yang melarang Marcoleta meninggalkan Filipina. Dalam sistem peradilan Filipina, orang-orang yang didakwa dengan kejahatan pemerasan tidak berhak mendapatkan jaminan.

“Setelah mengevaluasi catatan perkara, pengadilan menemukan alasan yang kuat untuk percaya bahwa terdakwa melakukan tindakan yang didakwakan,” kata Hakim Miranda dalam pernyataannya.

Marcoleta Tak Akan Hadir di Pembukaan Sidang

Penangkapan Marcoleta menandainya sebagai sekutu ketiga Duterte yang tidak akan dapat menghadiri pembukaan sidang impeachment Wakil Presiden. Dampak langsung dari penahanannya terhadap proses sidang impeachment masih belum jelas pada saat itu.

Meski berada dalam tekanan hukum yang signifikan, Marcoleta menunjukkan sikap tegas saat ditangkap. “Saya tidak akan bersembunyi. Saya akan menghadapi hukum dan tuduhan sesuai dengan pemahaman saya tentang hukum,” kata dia kepada wartawan setelah penangkapan.

Sidang Impeachment Duterte Berlangsung Spektakuler

Pembukaan sidang impeachment Sara Duterte pada hari yang sama menjadi peristiwa yang sangat politis dan penuh polarisasi. Lebih dari 6.000 petugas kepolisian, termasuk regu anti-huru-hara, dikerahkan untuk mengamankan Gedung Senat, mengingat demonstran pendukung dan penentang Duterte diperkirakan akan berkumpul di tempat tersebut.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung 92 hari ini menjadi momen krusial bagi Duterte. Dia didakwa atas empat artikel impeachment, termasuk penyalahgunaan dana rahasia, kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, penyuapan, dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., istri presidennya, dan Pembicara DPR.

Jika Duterte terbukti bersalah, dia akan dipecat dari jabatan wakil presiden dan dapat dilarang selamanya untuk mencalonkan diri pada jabatan publik yang lebih tinggi. Keputusan ini akan berdampak langsung pada rencana Duterte untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan umum 2028.

Hubungan Retak di Antara Dua Dinasti Politik

Sidang ini mencerminkan kehancuran hubungan antara dua keluarga politik paling kuat di Filipina: dinasti Duterte dan dinasti Marcos. Duterte dan Marcos Jr. memenangkan pemilihan umum 2022 dengan landslide sebagai pasangan presiden-wakil presiden, menggabungkan kekuatan pemilih dari kedua keluarga.

Namun persatuan tersebut dengan cepat runtuh. Pada Juni 2024, Duterte mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri pendidikan menyusul perpecahan yang meluas dengan Marcos Jr., meski dia tetap menjabat sebagai wakil presiden.

Pada November 2024, Duterte menciptakan sensasi global ketika dia mengungkapkan telah memerintahkan pembunuh untuk membunuh Marcos Jr., istrinya, dan Pembicara DPR, jika dia sendiri dibunuh.

Ayah Duterte, mantan Presiden Rodrigo Duterte, kini berada di Den Haag menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas dasar kebijakan pemberantasan narkoba brutal yang menewaskan ribuan tersangka, kebanyakan dari kalangan miskin.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda