Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Kinerja APBN Semester I 2026: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak 2014, Defisit Tetap Aman Dibawah 3%

Ilustrasi dokumen Laporan Pelaksanaan APBN Semester I 2026 dengan latar belakang grafik batang hijau yang menunjukkan tren
Kinerja APBN Semester I 2026: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak 2014, Defisit Tetap Aman Dibawah 3%. Credit: Dok. JournalArta

Menutup paparannya, Menkeu Purbaya menyajikan prognosis APBN hingga akhir tahun 2026. Pemerintah optimis momentum pertumbuhan akan terus terjaga. Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.208,1 triliun (101,7% dari target), sementara belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.942,4 triliun (102,6% dari pagu).

Dengan skenario tersebut, perkiraan defisit APBN akhir tahun diperkirakan berada di angka Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB. Angka ini masih berada dalam koridor aman (<3%) yang menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor global.

“APBN 2026 dijaga tetap sehat dan berkesinambungan, dengan pembiayaan anggaran yang efisien untuk menjaga kredibilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” tutup Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi antara belanja pemerintah pusat dan daerah, khususnya untuk program unggulan. Seperti Revitalisasi Sekolah, Cek Kesehatan Gratis, dan Koperasi Desa Merah Putih. Tujuannya agar manfaat APBN benar-benar terasa hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Ini adalah investasi nyata bagi masa depan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar APBN 2026

1. Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,61% (yoy), yang merupakan angka tertinggi untuk periode Triwulan I sejak tahun 2014.

2. Apakah defisit APBN Semester I 2026 masih dalam batas aman?

Ya, defisit APBN Semester I 2026 tercatat sebesar 0,76% terhadap PDB, yang jauh di bawah batas maksimum defisit yang diatur dalam undang-undang. Proyeksi akhir tahun juga diperkirakan aman di level 2,85% terhadap PDB.

3. Apa saja program prioritas utama yang dibiayai oleh APBN 2026?

Delapan agenda prioritas nasional meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa/UMKM, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global.

4. Bagaimana kinerja pendapatan negara hingga Semester I 2026?

Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh penerimaan pajak dan PNBP yang kuat.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda