Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Hasil Survey : Pasar perumahan seimbang mulai terasa di AS

Pasar perumahan seimbang mulai terasa di AS, kata survei CNBC
pasar perumahan seimbang di Amerika Serikat mulai terasa lebih nyata bagi agen properti. Credit: JournalArta

Indeks harga rumah nasional S&P Cotality Case-Shiller masih mencatat kenaikan tipis, nyaris 1% dibanding setahun lalu. Artinya, harga memang belum turun bebas. Namun, tanda-tanda kenaikan liar sudah mereda. Dari sisi penawaran, penjual juga tampak lebih masuk akal saat mematok harga.

Realtor.com mencatat harga permintaan pada Juni turun 2,5% secara tahunan. Ini penurunan tahunan terdalam sejak perusahaan itu mulai melacak data pada 2017, sekaligus menjadi penurunan delapan bulan beruntun. Buat pasar yang sempat panas selama pandemi, angka ini cukup besar.

Martha Thorn dari Coldwell Banker di Tampa merumuskannya secara lugas. “Saya selalu bilang ke penjual bahwa saya bergerak di bisnis menjual rumah, bukan menyimpannya, jadi Anda harus menempatkan properti pada harga yang tepat agar bisa terjual,” ujarnya.

So what buat pembeli dan penjual?

Buah paling nyata dari perubahan ini ada di keputusan sehari-hari pembeli rumah. Saat pasar perumahan seimbang mulai muncul, pembeli tidak lagi dipaksa buru-buru menawar jauh di atas harga atau kehilangan kesempatan dalam hitungan jam. Mereka punya ruang untuk membandingkan, memeriksa kondisi rumah, lalu menekan harga jika properti dipasang terlalu tinggi.

Bagi penjual, pelajarannya justru lebih keras. Harga yang terlalu ambisius bisa membuat rumah mandek, lalu berujung pada pemotongan harga yang lebih besar belakangan. Karena itu, agen kini lebih sering mendorong strategi harga yang realistis sejak awal. Pasar berubah. Cepat atau lambat, tabel tawar-menawar ikut berubah.

Dampak ini juga terasa bagi industri properti. Agen harus bekerja lebih dekat dengan data lokal ketimbang mengandalkan narasi nasional. Investor rumah sewa dan pembeli hunian pertama pun akan melihat peluang yang lebih spesifik per kota, bukan gambaran umum saja. Di beberapa wilayah, penjual masih memegang kendali. Di wilayah lain, pembeli mulai memimpin ritme.

Bunga KPR masih jadi ganjalan utama

Di sisi lain, bunga hipotek tetap jadi beban terbesar. CNBC mencatat, pada kuartal II, kekhawatiran terhadap suku bunga KPR dan harga rumah melampaui kekhawatiran soal ekonomi secara umum. Persediaan rumah memang naik, tapi belum cukup untuk membuat pasar benar-benar longgar.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda