Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Penerimaan Pajak Semester I-2026 Tembus Rp1.035 T, Tumbuh 24,6 Persen dari Tahun Lalu

Penerimaan Pajak Semester I-2026 Tembus Rp1.035 T, Tumbuh 24,6 Persen dari
Foto: Tara Winstead/Pexels

JAKARTA — Pemerintah mencatatkan capaian signifikan pada sektor pendapatan negara di tengah tahun berjalan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga semester I-2026 berhasil mencapai angka Rp1.035,7 triliun.

Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 24,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kinerja ini menandai pembalikan tren setelah sebelumnya sektor perpajakan sempat mengalami tekanan atau kontraksi pada tahun 2025.

Dalam laporannya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2026), Purbaya menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari reformasi perpajakan yang dijalankan secara menyeluruh. Penguatan tersebut menyasar sisi organisasi hingga peningkatan kualitas personel di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Faktor Pendorong Penerimaan

Peningkatan koleksi pajak didorong oleh efektivitas administrasi dan pengawasan kepatuhan yang jauh lebih ketat. Purbaya secara spesifik menyoroti peran Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebagai kontributor utama dalam mendongkrak pertumbuhan penerimaan pajak sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Ia pun mengapresiasi jajaran DJP yang bekerja lebih keras dalam menghimpun setoran negara. Bagi masyarakat maupun pelaku usaha, kinerja ini membawa pesan penting mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan fiskal tanpa harus melakukan penyesuaian tarif pajak secara agresif atau menciptakan instrumen pajak baru dalam waktu dekat.

Efisiensi operasional dan perbaikan prosedur internal, termasuk implementasi sistem coretax, menjadi tumpuan utama pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara ke depannya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kas negara di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

Tantangan Akhir Tahun

Meskipun performa semester pertama cukup impresif, pemerintah tetap realistis dalam melihat prospek hingga tutup tahun. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, outlook penerimaan pajak hingga akhir 2026 diperkirakan berada di angka Rp2.310,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 98 persen dari total target yang dipatok dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Purbaya mengakui bahwa tantangan untuk mencapai target 100 persen masih cukup berat. Selain pajak, sektor kepabeanan dan cukai juga diproyeksikan akan berada di bawah target, yakni mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target APBN sebesar Rp336 triliun. Meskipun demikian, kedua sektor ini tetap mencatatkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu.

Untuk menutup celah tersebut, pemerintah kini mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diprediksi akan berkinerja melampaui target. PNBP diramal menembus angka Rp575,1 triliun atau setara 125,2 persen dari target awal APBN.

Kelebihan ini menjadi bantalan penting di tengah proyeksi defisit APBN 2026 yang diperkirakan melebar ke angka 2,85 persen terhadap PDB atau sekitar Rp734 triliun.

“Saya yakin dengan efisiensi pegawai pajak, perbaikan coretax dan perbaikan prosedur, kita bisa mencapai target itu tanpa menaikkan tarif pajaknya atau menciptakan pajak baru,” pungkas Purbaya di hadapan anggota Banggar DPR RI.

Dengan berjalannya efisiensi ini, pemerintah berharap dunia usaha dan masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan kepastian regulasi perpajakan yang lebih baik, sembari tetap berkontribusi pada kas negara melalui kepatuhan yang terus ditingkatkan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda