Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Anggur Nebbiolo: 6 Produsen Menonjol dari Barolo hingga Roero

anggur Nebbiolo dari Barolo Barbaresco dan Roero
Anggur Nebbiolo menunjukkan karakter berbeda dari Barolo, Barbaresco, hingga Roero dalam sesi blind tasting di Alba, Piedmont. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — anggur Nebbiolo menunjukkan wajah yang sangat berbeda saat dicicipi buta dalam 300 sampel dari Barolo, Barbaresco, dan Roero di Alba, Piedmont, Italia utara. Dalam sesi tiga hari yang melelahkan itu, karakter tiap wilayah, bahkan tiap desa, muncul jelas lewat aroma mawar, ceri, tar, sampai mineral yang tajam.

Pengalaman blind tasting itu mempertemukan 100 wine per hari, dengan total 145 kilang anggur yang ikut serta. Hasilnya tidak sekadar daftar favorit. Sesi itu juga menegaskan kenapa Nebbiolo kerap disebut grape yang “sulit tapi jujur”: ia menyerap tanah, iklim mikro, dan posisi kebun dengan sangat detail.

Anggur Nebbiolo dan jejak tanah Piedmont

Nebbiolo punya reputasi rumit. Kulitnya tebal, taninnya tegas, dan warnanya cenderung lebih pucat dibanding banyak red wine lain. Tapi justru di situlah daya tariknya. Grape ini bisa menangkap karakter desa, lereng, bahkan petak kebun tertentu, lalu memindahkannya ke dalam gelas.

Penulis laporan asal The Guardian menggambarkan bagaimana rose menjadi bahasa universal dalam wine tasting. Ada mawar segar, kering, atau yang sudah diawetkan. Di Nebbiolo, aroma itu sering bertemu ceri, tar, dan herbal kering. Satu teguk bisa terasa lembut di awal, lalu menggigit di akhir.

Soal wilayah, Barolo dan Barbaresco berada di puncak klasemen ekspresi Nebbiolo. Roero berada di sisi yang lebih ringan dan muda. Bedanya bukan kosmetik. Tanah Roero jauh lebih muda, lebih berpasir, dan itu membuat profil wine-nya lebih harum dan lebih mudah diminum lebih awal.

Mengapa Barolo terasa paling kompleks

Barolo punya lapisan paling rumit. Hanya 11 desa yang boleh memproduksinya, semuanya berada di selatan atau barat daya Alba. Di dalam area itu, ada 170 Menzioni Geografiche Aggiuntive atau MGA, semacam penanda lokasi yang mirip sistem cru di Prancis.

Nama-nama seperti Cannubi, Vignarionda, dan Bussia sering diperlakukan hampir seperti wilayah elite. Wajar. Di Barolo, lokasi memang menentukan banyak hal. Nebbiolo dari lereng yang satu bisa terasa berbeda jauh dari kebun tetangga, meski pembuatnya sama.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda