Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kemenpora Geber Kaderisasi Pelatih Disabilitas di Majalengka Demi Akses Olahraga Merata

Kemenpora Geber Kaderisasi Pelatih Disabilitas di Majalengka Demi Akses
Foto: sumber resmi pemerintah

Sinergi antara pembinaan di akar rumput dan dukungan untuk atlet elit ini menjadi dua sisi mata uang yang sama. Kemenpora ingin memastikan bahwa dari tingkat desa hingga panggung dunia, tidak ada lagi sekat yang membatasi potensi anak bangsa. Program-program lain pun terus berjalan secara paralel. Mulai dari ajakan hidup sehat bagi kalangan pensiunan melalui program Rabu Bugar, hingga konsentrasi pada isu kepemudaan yang menjadi sorotan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.

Menpora Erick bahkan telah menekankan pentingnya mengatasi tantangan bonus demografi. Ia ingin agar potensi pemuda tidak terbuang percuma akibat kurangnya wadah pengembangan. Melalui berbagai agenda strategis seperti Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit, pemerintah berupaya melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dan adaptif.

Kembali ke Majalengka, pelatihan ini diharapkan menjadi mercusuar bagi daerah lain. Jika model “Berdaya” berhasil meningkatkan partisipasi olahraga secara signifikan di Jawa Barat, Kemenpora berencana mereplikasi skema ini ke skala nasional. Tantangan terbesar ke depan adalah menjaga keberlanjutan para pelatih yang telah dikader. Mereka bukan hanya pengajar, tapi juga ujung tombak pembudayaan olahraga di masyarakat.

Kehadiran para penggerak ini nantinya akan dipantau secara berkala. Kemenpora tidak ingin program ini berhenti setelah seremonial penutupan. Evaluasi akan dilakukan untuk melihat seberapa besar dampak nyata dari pelatihan tersebut terhadap peningkatan jumlah penyandang disabilitas yang rutin berolahraga.

Langkah berikutnya bagi Kemenpora adalah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi lintas sektoral sangat krusial untuk menyediakan fasilitas pendukung yang ramah disabilitas di setiap fasilitas olahraga umum. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kerja keras para pelatih di lapangan akan terasa pincang. Kemenpora kini tengah memetakan kembali kebutuhan sarana olahraga khusus di berbagai titik agar program inklusivitas ini benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat luas.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda