Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

The F Ward: Drama Medis Australia yang Lahir dari Luka Ioane Sa’ula

The F Ward mengangkat drama medis Australia dengan nuansa hangat
The F Ward membawa warna baru ke drama medis Australia lewat kisah para intern yang rapuh dan jenaka. (Ilustrasi: AI)

“Ada kegelapan dan humor,” kata Edwards. “Tapi saya pikir secara umum [orang Australia] itu optimistis dan hangat. Kalau Anda melakukan sesuatu dengan jujur dan tidak terlalu serius pada diri sendiri, itu muncul. Itulah ke-Australia-an [serial ini].”

Dari ruang gawat ke drama karakter

Edwards sebenarnya sudah lama ingin memberi proyek utama kepada Sa’ula. Ia bahkan memikirkan aktor itu sejak pertama kali menggarap Bump. Saat pengembangan The F Ward dimulai sekitar 2019, Sa’ula memang masih terlalu muda untuk peran yang dibayangkan. Edwards tak masalah.

“Kami selalu membayangkan Ioane sebagai pemeran romantis utama,” ujarnya. “Waktu itu dia masih terlalu muda, jadi kami berpikir, dia bisa memerankan yang lebih tua.”

Serial ini juga berubah bentuk berkali-kali. Naskah sempat berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain, dari satu tim penulis ke tim berikutnya. Ada versi awal yang pernah dipitch sebagai “Secret Life of Us di rumah sakit”.

Pada tahap akhir, wujudnya bergeser menjadi lebih dekat ke Slow Horses: kumpulan orang gagal yang berkumpul di satu tempat dan dipaksa bekerja bersama dalam situasi yang jauh dari ideal.

“Mereka adalah individu-individu cacat yang gagal di tahun pertama bukan karena membunuh seseorang — itu bukan alasan gagal, mereka semua pada suatu titik akan tanpa sengaja membunuh seseorang — melainkan karena rapuh secara personal,” kata Edwards. Karena itu, ia menyebut The F Ward lebih sebagai studi karakter ketimbang drama medis yang hanya mengejar kasus per episode.

Rumah sakit rusak, sistem kesehatan ikut disorot

Set nyata serial ini juga dibangun untuk memperkuat cerita. Lokasinya terinspirasi dari bangunan utama lama Mona Vale Hospital yang sudah dibongkar. Edwards menggambarkannya sebagai rumah sakit tua yang reyot, berdiri di atas lapangan golf, dengan kabel melintang di lantai dan lift yang bergetar.

Karena tak bisa syuting di sana, tim produksi memilih bekas pabrik kosmetik Avon bergaya Brutalist di wilayah Northern Beaches, Sydney.

Di titik ini, The F Ward punya dampak yang terasa lebih luas dari sekadar tontonan. Serial ini ikut menyorot sistem kesehatan Australia yang menurut Edwards sedang tertekan dan kekurangan dana, meski tetap kuat.

Ia juga menyinggung hilangnya rumah sakit-rumah sakit suburban, padahal tempat seperti itu selama ini jadi lokasi penting bagi banyak intern untuk menjalani pelatihan.

Bagi penonton, lapisan ini penting karena membuat drama medisnya tidak cuma memancing emosi, tapi juga memberi gambaran tentang betapa beratnya pekerjaan tenaga kesehatan saat fasilitas publik terus diperas.

Edwards bahkan merasakan langsung kerasnya sistem itu saat syuting tahun lalu, ketika kecelakaan berselancar membuatnya harus masuk unit gawat darurat.

“Yang terutama menjelaskan itu adalah Anna Friel tidak perlu memakai aksen Australia karena semua orang yang saya lihat berasal dari Inggris,” katanya sambil tertawa. Dari situ, The F Ward seperti mengunci pesan utamanya: rumah sakit di serial ini memang fiksi, tapi tekanannya terasa sangat nyata.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda