Crowley sebelumnya juga sempat menutup pencalonannya dua pekan lalu demi mendukung Rodriguez. Kini ia kembali ke kompetisi yang berisi Mandela Barnes, Kelda Roys, Joel Brennan, dan Francesca Hong. Bila menang di primer, ia akan melaju menghadapi anggota DPR dari Partai Republik, Tom Tiffany, yang disebut hanya menghadapi perlawanan simbolis di pemilihan pendahuluan internal partainya.
Bagi pemilih dan pengamat politik, yang terjadi di Wisconsin bukan sekadar rotasi kandidat. Partai Demokrat sedang berusaha mengirim pesan ke seluruh negeri tentang arah politik Amerika, karena negara bagian ini sering menjadi penentu dalam perebutan Gedung Putih.
Kontestasi gubernur di sana pun ikut dibaca sebagai ukuran apakah kubu Demokrat masih mampu menyatukan pemilih moderat dan independen, dua kelompok yang sangat menentukan di negara bagian swing state.
Crowley sendiri membawa narasi pribadi yang tajam. Dalam putaran awal kampanyenya, ia menonjolkan riwayat hidup keluarganya yang pernah mengalami tunawisma di Milwaukee sebelum ia naik menjadi organizer komunitas, lalu terpilih ke Majelis Negara Bagian pada 2016 saat berusia 30 tahun.
Ia kemudian menjadi eksekutif Milwaukee County pada 2020, dan menjadi orang kulit hitam pertama yang menduduki jabatan itu sekaligus yang termuda, berusia 33 tahun.
Tiffany, dalam pernyataan kepada AP, menyerang Crowley dengan menyebutnya “asleep at the wheel” dalam perannya sebagai eksekutif county.
Sementara itu, Republican Governors Association menggambarkan kondisi Demokrat Wisconsin sebagai “like watching a clown car crash into a parked semitruck.” Pertarungan berikutnya kini bergeser ke Aug.
11, saat Demokrat harus membuktikan bahwa perubahan kandidat dadakan ini masih bisa menjadi jalan keluar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.