JAKARTA — Harga perak dunia mencatatkan performa buruk sepanjang pekan ini. XAG/USD menutup perdagangan Jumat (17/7/2026) di level US$55,90 per troy ons, melemah signifikan sebesar US$3,94 atau setara 6,58% dari posisi pekan sebelumnya di US$59,84.
Tren pelemahan terlihat kentara sejak awal pekan. Meski sempat mencoba melakukan perlawanan pada Selasa dengan kenaikan tipis 1,70% ke level US$58,63, pergerakan harga kembali tersungkur di hari berikutnya. Tekanan jual memuncak pada Kamis dengan koreksi tajam 3,92% menuju level US$55,51.
Dominasi Tekanan Bearish
Volatilitas pasar logam mulia saat ini memang tengah tinggi. Sepanjang pekan, perak bergerak dalam rentang sekitar 5,3% antara level terendah US$55,51 dan tertinggi US$58,63. Secara teknikal, struktur harga XAG/USD terus membentuk pola lower high dan lower low, yang mengindikasikan dominasi tren penurunan.
Rata-rata pergerakan harga juga menunjukkan sinyal negatif. Saat ini, rata-rata penutupan lima hari berada di US$57,09, sementara rata-rata 10 hari tercatat di angka US$58,57. Posisi harga penutupan Jumat di US$55,90 yang berada di bawah kedua indikator tersebut mempertegas bahwa setiap kenaikan harga saat ini berisiko hanya menjadi pembalikan teknis sementara (technical rebound).
Faktor Eksternal dan Inflasi
Di luar faktor teknikal, situasi geopolitik di Timur Tengah belum mampu menjadi katalis positif bagi perak sebagai aset aman. Pasar justru lebih mencemaskan dampak eskalasi konflik terhadap pasokan energi. Gangguan di jalur perdagangan Selat Hormuz dan Laut Merah memicu kenaikan harga minyak, yang pada gilirannya berpotensi menghambat penurunan inflasi global.
Ketidakpastian inflasi ini memaksa investor bersikap defensif. Kenaikan biaya transportasi dan produksi yang dipicu harga energi dapat membuat bank sentral Amerika Serikat mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini merugikan logam mulia karena karakteristiknya yang tidak memberikan imbal hasil langsung seperti instrumen obligasi.
Proyeksi Pekan Depan
Untuk perdagangan periode 20-24 Juli 2026, XAG/USD diproyeksikan berada dalam tren bearish-sideways dengan rentang US$54,40 hingga US$58,63 per troy ons. Level US$55,50 menjadi titik krusial atau support terdekat yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Selama harga mampu bertahan di atas US$55,50, peluang konsolidasi dan upaya menuju resistensi di US$57,65 tetap terbuka.
Namun, jika penutupan harian kembali menembus ke bawah level tersebut, tekanan jual diprediksi akan semakin kuat dan membuka jalan menuju target penurunan berikutnya di area US$54,40 hingga US$53,44.
Investor kini menantikan arah kebijakan moneter serta perkembangan harga energi global yang akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.