Dipke juga menegaskan rencana long march ke parlemen India tetap berjalan pada Senin, saat sidang dimulai. “The resolve and the movement will only get stronger from here,” katanya di lokasi protes. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pemindahan Wangchuk belum meredakan situasi. Justru sebaliknya.
Yang dipertaruhkan buat gerakan protes
Kasus ini penting bukan hanya karena menyangkut seorang aktivis ternama, tapi juga karena menyentuh titik paling sensitif dalam protes pendidikan India: kesehatan demonstran, legitimasi tindakan polisi, dan kepercayaan pada respons negara.
Ketika seorang tokoh seperti Wangchuk dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan aparat, narasi yang terbentuk bukan sekadar soal medis. Ini juga soal siapa yang mengendalikan ruang protes, dan sejauh mana klaim keselamatan bisa dipercaya publik.
Di sisi lain, keluarga Wangchuk ikut menambah lapisan ketegangan. Dalam surat kepada Safdarjung Hospital di Delhi, istrinya, Gitanjali J. Angmo, menulis bahwa “lack of transparency has shaken their trust” dan meminta suaminya dipindahkan ke pusat medis pilihan mereka. Ia juga meminta agar tak ada pemberian obat atau tindakan melalui mulut maupun infus tanpa persetujuannya.
ABC Au melaporkan, pengadilan di New Delhi pada Kamis sebelumnya telah memerintahkan dokter pemerintah memantau kondisi Wangchuk setiap hari. Instruksi itu muncul setelah petisi dari pengacara aktivis, yang menaruh perhatian pada kesehatan Wangchuk selama mogok makan.
Dengan polisi, keluarga, dan pengadilan sama-sama masuk ke dalam urusan ini, perjuangan reformasi pendidikan India memasuki babak yang jauh lebih panas daripada sekadar aksi duduk di lapangan terbuka.
Di lapangan, barikade masih berdiri. Dan pada Senin, saat sidang parlemen dimulai, para demonstran tetap bersiap berjalan ke gedung legislatif India.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.