Pemerintah juga menyiapkan subsidi untuk 200.000 unit kendaraan listrik, terdiri dari 100.000 mobil listrik dan 100.000 motor listrik. Untuk motor listrik, besaran subsidi ditetapkan Rp5 juta per unit bagi 100 ribu unit pertama, sedangkan besaran untuk mobil listrik masih dibahas.
Di saat yang sama, pemerintah menggulirkan stimulus lain senilai Rp26,34 triliun atas arahan Presiden Prabowo. Paket itu mencakup bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima pada Juli-September 2026 dengan anggaran Rp17,54 triliun, subsidi kedelai Rp2.000 per kilogram untuk perajin tahu tempe dengan kuota 250 ribu ton, diskon transportasi, dan insentif PPh Final Royalti 1,5% untuk penulis nasional.
Di level kebijakan, pemerintah masih mengkaji dua opsi besar: subsidi barang dialihkan ke BLT agar lebih tepat sasaran, atau subsidi BBM hanya berlaku untuk kendaraan tertentu seperti angkutan umum pelat kuning. Revisi Perpres No 191/2014 juga masih berjalan, dan arah keputusan itu akan menentukan siapa yang paling cepat merasakan perubahan di SPBU maupun di sisi penerima bantuan.
Fokus pemerintah kini jelas: menahan kebocoran, menjaga beban fiskal, dan memindahkan subsidi ke jalur yang dianggap paling pas sasaran. Bagi pengguna BBM subsidi, aturan mainnya akan makin ketat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.