JAKARTA, JOURNALARTA.COM – IPTV global terus naik dan diprediksi mencapai US$221,62 miliar pada 2026. Pergeseran ini didorong harga kabel yang mahal dan kebiasaan menonton konten on-demand yang makin kuat.
Dampaknya terasa langsung ke industri televisi. Jumlah pelanggan IPTV diperkirakan menembus 398 juta pada 2026, sedangkan pelanggan TV kabel turun ke 389 juta.
Pasar IPTV global tumbuh cepat
Menurut laporan terbaru, pasar IPTV global bergerak dari US$189,25 miliar pada 2025 menjadi US$221,62 miliar di 2026. Kenaikan itu setara 17% dan menunjukkan arah pasar yang makin jelas bahwa orang berpindah dari pola siaran konvensional ke layanan berbasis internet.
Di Jerman, 54% rumah tangga sudah memakai IPTV atau streaming, melampaui kabel dan satelit yang ada di 28%. Angka ini penting karena memperlihatkan perubahan perilaku menonton tidak lagi berhenti di Amerika Utara atau pasar besar tertentu, melainkan sudah merata di negara dengan infrastruktur matang.
Bagi penyedia layanan, sinyalnya sederhana. Siapa yang lambat menyesuaikan paket, fitur, dan distribusi konten akan tertinggal. Bagi pemirsa, pilihan makin banyak, tapi juga makin bergantung pada kualitas jaringan dan harga paket data atau langganan.
5 tren yang mendorong IPTV global
Harga langganan yang naik membuat paket gratis beriklan kembali dilirik. Laporan itu menyebut 46% langganan baru kini adalah ad-supported. Deutsche Telekom dan Orange sudah meluncurkan tier gratis dan meraih 3.8 juta viewers.
Model super-aggregation juga menguat. Pengguna tidak mau lagi bolak-balik dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Platform yang bisa menggabungkan banyak layanan dalam satu tempat terbukti menurunkan churn pelanggan sampai 18%.
Bundling telco dan fiber ikut mendorong pasar. China Telecom menjual paket fiber gigabit, 200 channel, dan data unlimited seharga $42 dan mendapat 8.5 juta pelanggan baru. Di saat yang sama, jalur fiber global sudah tembus 600 juta, memberi ruang bagi streaming 4K dan 8K.
Teknologi pencarian ikut berubah. AI dipakai untuk rekomendasi real-time dan pencarian berbasis intent, sehingga katalog yang besar tidak lagi terasa membingungkan. Codec AV1 juga menekan kebutuhan bandwidth 30-50%, sementara 5G membuat tayangan IPTV 4K di ponsel lebih stabil.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.