Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

RUU pendanaan lolos di DPR AS, cegah shutdown sampai Desember

RUU pendanaan lolos di DPR AS, cegah shutdown sampai Desember
Foto: fauzanalfi

JAKARTA — RUU pendanaan sementara lolos di DPR Amerika Serikat pada Selasa dengan suara 220-205, langkah yang dirancang untuk mencegah shutdown pemerintah sampai 4 Desember sebelum pemilu sela November.

Persetujuan itu mengirim rancangan ke Senat, tempat dukungan bipartisan masih dibutuhkan agar aturan bisa melintas. Pemerintah saat ini hanya punya otorisasi belanja sampai 30 September, jadi tenggatnya tinggal hitungan minggu.

RUU pendanaan jadi pertempuran awal sebelum tenggat 30 September

Rancangan yang disebut continuing resolution ini menjaga belanja pemerintah pada level sekarang hingga 4 Desember. Di DPR, pemungutan suara berlangsung ketat dan mengikuti garis partai, meski NPR melaporkan enam Demokrat ikut mendukung langkah tersebut.

Bagi Partai Republik, pemungutan suara ini bukan sekadar soal angka anggaran. Mereka ingin menutup ruang bagi Demokrat di Senat untuk menahan paket pendanaan seperti yang terjadi tahun lalu selama rekor 43 hari, lalu dua kali lagi tahun ini dalam dorongan reformasi penegakan imigrasi.

Tom Cole, ketua komite alokasi DPR yang memimpin resolusi itu, menegaskan partainya bergerak lebih cepat agar krisis tidak meledak di akhir September. Ia berkata, “Our conference refuses to let the obstruction and inaction of Senate Democrats trigger another manufactured shutdown at the end of September. That is why we are acting before a funding lapse crisis, not in response to it.”

Dukungan di DPR belum cukup untuk lolos di Senat

Senat menjadi medan yang jauh lebih rumit. Untuk melewati kamar itu, rancangan perlu dukungan bipartisan, sementara kubu Demokrat dan Republik di Senat masih sama-sama mengakui jarak mereka lebar dalam pembicaraan belanja pemerintah.

Situasinya makin sensitif karena DPR baru saja menyetujui langkah awal menuju paket partai senilai $95bn dengan suara 214-211. Artinya, ruang kompromi sudah sempit sejak awal, dan setiap langkah tambahan di Senat akan menguji apakah para legislator masih mau menahan kepentingan elektoral mereka.

Ketua fraksi Demokrat di komite alokasi DPR, Rosa DeLauro, menolak tudingan bahwa partainya ingin memicu shutdown. Ia menyebut langkah pendanaan sementara itu “necessary”, namun mengkritik rancangan yang menurutnya disusun terlalu tergesa-gesa.

DeLauro juga menyorot alokasi untuk patroli perbatasan tanpa “substantial reforms” terhadap lembaga yang punya peran besar dalam pengetatan kebijakan imigrasi di bawah Donald Trump. Dalam pandangannya, DPR sedang “putting the cart before the horse” karena membahas aturan tanpa gambaran utuh soal kebutuhan operasional sampai 4 Desember.

Taruhannya besar saat Kongres masuk fase kampanye

Kalau Senat gagal meloloskan RUU pendanaan ini, perundingan anggaran akan makin panas mulai September saat Kongres kembali ke Washington DC setelah hampir sepanjang Agustus reses. Batas akhir di akhir bulan akan menekan kedua kubu untuk memilih: kompromi cepat atau risiko shutdown yang bisa mengganggu layanan federal.

Taruhannya bukan cuma politik internal Washington. Bagi warga Amerika, shutdown berarti instansi federal berjalan tersendat, keputusan administratif tertahan, dan ketidakpastian merembet ke banyak layanan publik. Bagi pasar dan pelaku usaha, isyarat ketidakstabilan anggaran seperti ini juga sering dibaca sebagai sinyal bahwa Gedung Putih dan Kongres belum punya ritme kerja yang solid.

Masalahnya, semua itu terjadi saat peta politik sedang memanas. Pemilu sela November membuat Demokrat berharap bisa merebut kembali DPR dan, mungkin, Senat. Mereka hanya butuh selisih setidaknya tiga kursi di negara bagian yang dua tahun lalu memilih Trump. Jadi, setiap suara di RUU pendanaan ikut membawa beban kampanye.

Tom Cole dan pimpinan Republik ingin memutus siklus itu sebelum berubah jadi bahan bakar politik. Senat kini memegang kunci terakhir. Bila kamar atas ikut mengunci persetujuan sebelum 30 September, pemerintah bisa lolos dari shutdown dan langsung berjalan ke 4 Desember tanpa drama tambahan.

Kalau tidak, negosiasi yang sempat tertahan sepanjang Agustus akan kembali meledak tepat saat kalender politik Amerika memasuki fase paling panas.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda