Lampu sorot di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan berpendar terang, Kamis malam (23/7/2026). Di tengah keriuhan peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, terlihat duduk bersama pimpinan partai politik lainnya.
Baginya, momen ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Ia membawa pesan mendesak tentang masa depan ekonomi kerakyatan Indonesia.
Ferry menegaskan, rivalitas politik seharusnya tidak menyumbat jalan untuk berkolaborasi. Poin utamanya sederhana tapi krusial: ekonomi masyarakat bawah butuh penopang yang solid. Partai Perindo merasa perlu mengajak PKB dan partai lain untuk menyatukan barisan, terutama dalam mengurus nasib para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengelola koperasi di seluruh penjuru negeri.
Sinergi Akar Rumput
Perindo melihat ada kesamaan napas dengan PKB. Keduanya punya perhatian besar pada sektor ekonomi yang menyentuh akar rumput. Bagi Ferry, tantangan ekonomi global yang kian tidak menentu menuntut respons cepat.
Sektor UMKM dan koperasi seringkali menjadi tumbal paling pertama saat badai ekonomi menerjang. Jika partai politik mau duduk bersama menyusun kebijakan yang pro-UMKM, nasib pedagang kecil atau perajin di daerah tentu akan lebih terjamin.
Narasi ekonomi kerakyatan ini sebenarnya bukan isu baru. Namun, Ferry ingin mendorong agar isu ini tidak sekadar menjadi pemanis kampanye. Dengan mengintegrasikan pengembangan koperasi ke dalam narasi politik yang lebih konkret, ia berharap pelaku usaha kecil memiliki ruang advokasi yang jauh lebih bertenaga, baik saat berhadapan dengan meja legislatif maupun kebijakan eksekutif.
Suasana di dalam arena JCC sendiri cukup padat. Presiden Prabowo Subianto tiba sekitar pukul 19.40 WIB. Ia melangkah masuk didampingi langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi bukti betapa besarnya skala perayaan Harlah kali ini. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga tampak hadir di deretan kursi tamu utama, menambah khidmat suasana malam itu.
Langkah Besar PKB
Peringatan ulang tahun ke-28 ini memang menjadi ajang pembuktian PKB. Sebelum malam puncak berlangsung, mereka telah menuntaskan serangkaian agenda nasional yang cukup masif. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pelantikan 19.675 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia.
Mereka bukan sekadar kader biasa. Sebanyak 514 ketua DPC baru periode 2026-2031 harus melalui serangkaian ujian psikologis dan tes kompetensi yang cukup ketat sebelum akhirnya dilantik.
PKB tidak hanya bicara politik praktis. Mereka sempat menyambangi Sekolah Adat Arus Kualan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga menggelar diskusi tentang peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Bahkan, mereka juga terjun ke lapangan melakukan gerakan penghijauan lewat program yang mereka sebut Pesta Pohon PKB. Semua itu dilakukan sebagai bentuk refleksi panjang sebelum partai ini memasuki usia yang hampir tiga dekade.
Keterbukaan komunikasi yang ditunjukkan pimpinan partai di JCC malam itu menjadi pertanda bahwa soliditas politik di pusat sedang diuji. Kehadiran Ferry dan tokoh politik lainnya memberikan sinyal bahwa tantangan kesejahteraan rakyat tetap menjadi kompas utama.
Sekarang, publik tinggal menunggu apakah narasi kolaborasi ini sanggup diterjemahkan menjadi regulasi yang benar-benar memihak pada mereka yang berjualan di pasar, atau hanya akan menguap setelah perayaan berakhir.
Langkah nyata akan segera terlihat dalam kurun waktu dekat. Jika para pimpinan partai ini konsisten membawa narasi ekonomi kerakyatan ke dalam agenda kerja di Senayan, nasib UMKM mungkin akan mendapat angin segar. Namun, politik seringkali lebih rumit daripada sekadar janji di panggung acara.
Soliditas yang dipamerkan di JCC kini menjadi taruhan bagi rakyat yang masih menanti bukti kerja konkret dari koalisi partai politik tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.