Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pertamina Foundation: Hari Anak Nasional Jadi Momen Tepat Tanamkan Jaga Bumi Sejak Dini

Anak-anak dan orang tua memilah sampah ke wadah hijau, kuning, dan merah di sekolah TK Bumi Patra
Kegiatan pemilahan sampah interaktif menjadi salah satu highlight Hari Anak Nasional di TK Bumi Patra yang diselenggarakan Pertamina Foundation. (Ilustrasi: AI)

Ada yang merangkai daun menjadi sayap kupu-kupu, badan kapal, bahkan gerbong kereta api. Sederhana, tapi sarat makna. Mereka belajar bahwa limbah punya nilai seni jika disentuh dengan imajinasi.

Membentuk Kebiasaan dari Rumah

Pihak penyelenggara sadar betul bahwa teori di sekolah bakal menguap tanpa praktik nyata di keseharian. Karena itu, Pertamina Foundation mendorong orang tua untuk mulai disiplin dengan hal-hal kecil. Mulai dari kebiasaan mematikan lampu yang tidak perlu, mematikan keran saat tidak dipakai, hingga kewajiban membawa botol minum sendiri dan kantong belanja guna ulang setiap kali bepergian.

Bagi anak usia dini, meniru orang tua adalah metode belajar paling ampuh. Ketika ibu atau ayah mulai terbiasa memisahkan sampah plastik dari sisa makanan di dapur, anak akan merekamnya sebagai norma. Begitu pula dengan penggunaan transportasi umum. Langkah-langkah kecil ini, kalau konsisten dilakukan, bakal jadi pondasi karakter anak saat beranjak dewasa nanti.

Aksi lapangan ditutup dengan sentuhan fisik pada tanah. Siswa-siswi diajak merawat tanaman yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Mereka menyiram bibit dengan penuh hati-hati, memastikan air terserap akar dengan baik.

Di sudut halaman sekolah, pohon-pohon semangka yang tumbuh subur melalui program SAMUSAPO—Satu Murid Satu Pohon—menjadi pengingat visual. Pohon-pohon itu bukan cuma penghijau halaman, tapi simbol tanggung jawab yang dititipkan kepada tangan-tangan mungil tersebut.

Harapan besar digantungkan pada setiap benih yang disiram hari itu. Pertamina Foundation ingin interaksi antara orang tua dan anak dalam momen belajar ini tidak sekadar jadi memori sesaat.

Hubungan emosional yang terjalin saat mereka memilah sampah atau menempel daun kering menjadi perekat yang kuat.

Saat anak merasa menjaga bumi adalah aktivitas yang menyenangkan bersama orang tersayang, kepedulian lingkungan bukan lagi menjadi beban, melainkan bagian dari identitas mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda