Bau amis khas laut menyengat tipis saat memasuki Kampung Tua Terih, Batam. Namun, di balik kesibukan para nelayan yang baru menepi, ada geliat ekonomi baru yang sedang tumbuh di dapur-dapur rumah warga. Kini, hasil tangkapan laut mereka tak lagi berakhir begitu saja di tangan tengkulak dengan harga seadanya.
Perubahan ini terjadi sejak Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim masuk melalui program Community Involvement & Development (CID) bertajuk Kampung Bahari Si Pelaut. Kelompok nelayan dan para perempuan pengolah hasil laut di sana disuntik pengetahuan baru.
Mereka belajar cara mengolah ikan menjadi produk pangan siap jual yang nilainya jauh lebih tinggi daripada sekadar menjual ikan segar di pasar.
Mengubah Nasib dari Dapur Rumah
Menjual ikan mentah memang punya risiko besar. Harganya naik-turun sesuka pasar. Belum lagi jika cuaca buruk datang, nelayan terpaksa menepi dan dompet pun menipis. Kondisi itulah yang coba dipangkas oleh Pertamina. Fokusnya satu: jangan hanya menjual komoditas mentah.
Kelompok perempuan di Kampung Tua Terih kini menjadi garda depan. Mereka memutar otak di dapur untuk mengubah ikan dan hasil laut lainnya menjadi camilan atau lauk siap saji. Dengan pengolahan yang tepat, produk-produk ini memiliki umur simpan yang lebih panjang. Daya tawarnya pun melonjak drastis dibandingkan saat mereka hanya menjual ikan segar dengan margin keuntungan yang tipis.
Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Pertamina berperan sebagai fasilitator yang menyediakan akses ilmu pengetahuan. Warga dilatih mengolah produk, mengemasnya dengan lebih baik, hingga memahami standar kebersihan pangan. Dampaknya konkret.
Keuangan rumah tangga nelayan di sana kini punya jaring pengaman. Saat laut sedang ganas dan perahu tak bisa melaut, pemasukan tambahan dari sektor pengolahan pangan ini menjadi penopang utama.
Kemandirian di Balik Jaring
Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar memberi bantuan alat, tapi menyentuh sisi edukasi dan kemandirian. Masyarakat diajarkan untuk tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja. Sinergi antara korporasi dan komunitas pesisir ini perlahan-lahan mengubah wajah ekonomi Kampung Tua Terih.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.