Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Jabar Evaluasi Angkot Tua, Rencanakan Armada Listrik & Buka Bandara Husein Sastranegara

Jabar Evaluasi Angkot Tua, Rencanakan Armada Listrik & Buka Bandara Husein
Jabar Evaluasi Angkot Tua, Rencanakan Armada Listrik & Buka Bandara Husein

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah tegas untuk menyapu bersih angkutan kota (angkot) tua yang sudah tidak layak jalan dari jalanan. Kebijakan ini menyasar armada antarkabupaten dan antarkota yang selama ini dianggap sudah tidak memenuhi standar pelayanan publik, sekaligus menjadi upaya pembenahan transportasi massal di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa penataan ini bukan semata-mata soal menertibkan kendaraan di jalan. Ia menyiapkan solusi konkret bagi para pengemudi angkot agar nasib mereka tidak terkatung-katung saat armada lama dipensiunkan. Strategi utamanya, mengubah status sopir dari pekerja menjadi pemilik armada melalui skema pembiayaan tanpa uang muka alias tanpa DP.

Dedi menjelaskan, skema ini dibuat agar kesejahteraan sopir bisa meningkat secara bertahap. Logikanya sederhana saja. Kalau sopir sekaligus menjadi pemilik yang mencicil dan merawat kendaraan mereka sendiri, rasa memiliki itu bakal tumbuh. Dampaknya, mereka akan jauh lebih tertib dan menjaga kondisi kendaraan dibandingkan jika hanya sekadar mengejar setoran kepada pemilik modal.

Transisi ke Armada Listrik

Rencana peremajaan armada angkot di Jawa Barat tidak hanya berhenti pada pergantian unit. Pemprov Jabar ingin melompat lebih jauh dengan mengadopsi kendaraan listrik sebagai pengganti armada konvensional. Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperbaiki kualitas udara di kawasan perkotaan yang kian padat.

Meski begitu, Dedi sadar betul bahwa gagasan transportasi modern tidak bisa hanya mengandalkan unit mobil listrik yang canggih. Menurutnya, ekosistem transportasi harus dibangun secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memperbaiki trotoar agar nyaman bagi pejalan kaki, memastikan penerangan jalan di tiap sudut kota berfungsi baik, serta mengintegrasikan sistem keamanan publik yang terpadu.

Perilaku masyarakat pun menjadi sorotan utama. Dedi percaya bahwa secanggih apa pun armada yang tersedia, kalau budaya disiplin warga dalam berlalu lintas tidak berubah, sistem transportasi akan tetap karut-marut. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik di tingkat kota harus dibenahi secara total agar sinkron dengan wajah baru transportasi massal yang ingin dicapai.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda