Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Keiko Fujimori Pimpin Peru di Tengah Tarik-Menarik AS-China

Keiko Fujimori pimpin Peru di tengah persaingan AS-China
Keiko Fujimori menghadapi tantangan keamanan dan persaingan pengaruh AS-China di Peru. (Ilustrasi: AI)

LIMA — Keiko Fujimori resmi memimpin Peru pada Selasa dengan janji memperkuat keamanan dan mendorong investasi, saat negara itu berada di persimpangan kepentingan Amerika Serikat dan China. Pelantikan itu menandai kembalinya gerakan politik Fujimorism ke tampuk kekuasaan setelah lebih dari seperempat abad.

Taruhannya besar. Di dalam negeri, pemerintah anyar ini diwarisi polarisasi sosial, lonjakan kriminalitas, dan kebutuhan mendesak untuk membenahi layanan dasar. Di luar negeri, Peru kini dipandang sebagai salah satu arena penting dalam perebutan pengaruh Washington dan Beijing di Amerika Selatan.

Keamanan jadi prioritas awal Keiko Fujimori

Keiko Fujimori sudah memberi sinyal bahwa keamanan akan menjadi fokus utama pemerintahannya. Rencana yang disiapkan mencakup pengawasan video yang lebih luas, kehadiran polisi yang lebih kuat, hukuman yang lebih keras untuk kejahatan dan geng terorganisir, serta pusat komando dan kendali di seluruh negeri.

Bagian dari kebijakan keras itu adalah pembangunan empat penjara raksasa, mirip yang ada di El Salvador. Namun, langkah tersebut memunculkan kekhawatiran dari kalangan akademisi soal dampaknya terhadap hak asasi manusia.

Eliana Carlin, pakar ilmu politik di Pontifical Catholic University of Peru di Lima, menilai ada risiko besar di balik agenda itu. Ia mengatakan, “Behind [these measures] lie strong ideological positions intended to justify making the police and the armed forces solely subject to military jurisdiction,” katanya.

Keprihatinan Carlin muncul karena pemerintah juga membawa agenda yang sangat tegas dalam penegakan hukum. Dalam praktiknya, arah kebijakan seperti ini bisa mengubah cara negara menangani kriminalitas, tetapi sekaligus memicu perdebatan tentang batas kewenangan aparat.

Infrastruktur, teknologi, dan dana yang belum pasti

Di samping keamanan, Fujimori mengatakan akan mendorong proyek infrastruktur, menarik investasi swasta, membangun sekolah dan rumah sakit baru, serta memodernisasi negara dengan bantuan teknologi dan kecerdasan buatan. Janji itu terdengar besar, tetapi pembiayaannya belum tentu mudah.

Bahan sumber menyebut infrastruktur dan layanan esensial masih menghadapi defisit yang signifikan. Di saat yang sama, Peru juga dibayangi tingkat kejahatan yang meningkat dan ancaman penguatan pola cuaca El Nino, yang bisa membawa kekeringan, panas ekstrem, banjir, dan gangguan lain terkait iklim.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda