Banyak masyarakat, khususnya pekerja harian, masih beranggapan bahwa KUR hanya untuk pedagang besar atau pemilik ruko. Bambang mencoba mematahkan persepsi keliru tersebut. “Bapak-bapak pengemudi ojek online juga dapat mengakses KUR. Bunganya rendah dan tidak memerlukan agunan karena termasuk pelaku usaha,” jelasnya di depan puluhan peserta.
Program pembiayaan ini sebenarnya sangat terbuka bagi siapa pun yang menjalankan aktivitas ekonomi produktif. Petani yang butuh bibit, nelayan yang ingin memperbaiki perahu, hingga pengemudi ojek yang ingin menyicil motor baru untuk operasional bisa memanfaatkan fasilitas bunga rendah tersebut. Tanpa agunan yang memberatkan, ia berharap ekonomi akar rumput di Surabaya bisa lebih bergeliat.
Bambang menekankan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan ini harus merata. Selama ini, hambatan terbesar masyarakat bukan pada kemauan untuk bekerja, melainkan pada ketidaktahuan bagaimana cara mendapatkan modal dengan bunga yang masuk akal. Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan skema tersebut, namun jembatan informasinya kerap putus di lapangan.
Langkah selanjutnya, ia akan terus memantau apakah penyaluran KUR di daerah pemilihannya benar-benar tepat sasaran. Ia berkomitmen memastikan pihak perbankan pelaksana mempermudah prosedur bagi pelaku usaha kecil.
Bagi Bambang, sukses atau tidaknya program pemerintah sangat bergantung pada keberanian masyarakat untuk mulai memanfaatkan peluang tersebut tanpa dibayangi ketakutan terhadap syarat-syarat perbankan yang rumit.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.