DUBAI, JOURNALARTA.COM – Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, masih kokoh sebagai gedung tertinggi di dunia hingga tahun 2026. Namun, lanskap gedung pencakar langit global terus berubah dengan munculnya Merdeka 118 di Malaysia yang kini menempati posisi kedua, menggeser Shanghai Tower dari Tiongkok.
Dari sepuluh gedung tertinggi secara global, tujuh di antaranya berlokasi di Asia. Tren pembangunan ke atas ini mencerminkan tingginya harga lahan perkotaan dan keinginan negara untuk menunjukkan kemajuan teknologi serta menarik wisatawan. Persaingan ketat terus terjadi untuk merebut gelar gedung tertinggi, terutama di Asia dan Timur Tengah.
| Peringkat | Nama Gedung | Tinggi | Lantai | Negara | Selesai |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Burj Khalifa | 828 m | 163 | Dubai, UEA | 2010 |
| 2 | Merdeka 118 | 679 m | 118 | Kuala Lumpur, Malaysia | 2023 |
| 3 | Shanghai Tower | 632 m | 128 | Shanghai, Tiongkok | 2015 |
| 4 | Abraj Al-Bait Clock Tower | 601 m | 120 | Mekkah, Arab Saudi | 2012 |
| 5 | Ping An Finance Center | 599 m | 115 | Shenzhen, Tiongkok | 2017 |
| 6 | Lotte World Tower | 555 m | 123 | Seoul, Korea Selatan | 2016 |
| 7 | One World Trade Center | 541 m | 104 | New York, AS | 2014 |
| 8 | Guangzhou CTF Finance Centre | 530 m | 111 | Guangzhou, Tiongkok | 2016 |
| 9 | Tianjin CTF Finance Centre | 530 m | 97 | Tianjin, Tiongkok | 2019 |
| 10 | CITIC Tower | 528 m | 109 | Beijing, Tiongkok | 2018 |
Burj Khalifa: Juara Bertahan Belum Tergoyahkan
Dengan ketinggian 828 meter dan 163 lantai, Burj Khalifa yang selesai pada tahun 2010 tetap menjadi ikon dominan di daftar ini. Tingginya setara dengan menumpuk Monumen Nasional (Monas) hingga tiga kali lipat. Gedung ini juga memiliki salah satu lift tercepat di dunia, mampu melaju 10 meter per detik, membawa pengunjung dari lantai dasar ke lantai 124 hanya dalam waktu satu menit.
Sejak diresmikan lima belas tahun lalu, belum ada satu pun gedung yang berhasil melampaui ketinggiannya. Burj Khalifa menjadi simbol ambisi Uni Emirat Arab di kancah global.
Merdeka 118 Malaysia: Pendatang Baru yang Mengejutkan
Malaysia membuat kejutan besar dengan Merdeka 118, yang selesai pada tahun 2023. Gedung setinggi 679 meter ini langsung melesat ke posisi kedua, mengungguli Shanghai Tower yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Merdeka 118 memiliki 118 lantai dan menawarkan skydeck kaca di lantai teratas, memberikan pemandangan 360 derajat kota Kuala Lumpur yang menakjubkan bagi para pengunjung.
Kehadiran Merdeka 118 menegaskan posisi Asia sebagai pusat inovasi arsitektur dan pembangunan gedung-gedung tertinggi di dunia.
Mengapa Gedung Pencakar Langit Terus Bertambah Tinggi?
Fenomena pembangunan gedung-gedung yang semakin tinggi tidak lepas dari beberapa faktor pendorong. Salah satunya adalah harga lahan yang mahal di pusat kota. Daripada membangun secara melebar, developer memilih untuk membangun ke atas guna memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas.
Di sisi lain, pembangunan gedung-gedung ikonik seringkali menjadi simbol prestise bagi sebuah negara atau kota, menunjukkan kemajuan teknologi, kekuatan ekonomi, dan kemampuan desain arsitektur. Gedung-gedung ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri, di mana banyak orang rela membayar untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
Jeddah Tower: Calon Pesaing Burj Khalifa yang Mandek
Meskipun Burj Khalifa masih memimpin, ada proyek ambisius lain yang berpotensi menggulingkannya di masa depan. Jeddah Tower di Arab Saudi, misalnya, dirancang untuk mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter. Jika proyek ini selesai sesuai target awal pada tahun 2028, maka Burj Khalifa akan kehilangan gelarnya sebagai gedung tertinggi di dunia.
Namun, pembangunan Jeddah Tower telah mangkrak sejak tahun 2018, meninggalkan ketidakpastian kapan atau apakah gedung ini akan benar-benar terwujud. Hingga proyek ini kembali berjalan, dominasi gedung-gedung di Asia dan Timur Tengah dalam daftar tertinggi dunia akan terus berlanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.