Malaysia membuat kejutan besar dengan Merdeka 118, yang selesai pada tahun 2023. Gedung setinggi 679 meter ini langsung melesat ke posisi kedua, mengungguli Shanghai Tower yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Merdeka 118 memiliki 118 lantai dan menawarkan skydeck kaca di lantai teratas, memberikan pemandangan 360 derajat kota Kuala Lumpur yang menakjubkan bagi para pengunjung.
Kehadiran Merdeka 118 menegaskan posisi Asia sebagai pusat inovasi arsitektur dan pembangunan gedung-gedung tertinggi di dunia.
Mengapa Gedung Pencakar Langit Terus Bertambah Tinggi?
Fenomena pembangunan gedung-gedung yang semakin tinggi tidak lepas dari beberapa faktor pendorong. Salah satunya adalah harga lahan yang mahal di pusat kota. Daripada membangun secara melebar, developer memilih untuk membangun ke atas guna memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas.
Di sisi lain, pembangunan gedung-gedung ikonik seringkali menjadi simbol prestise bagi sebuah negara atau kota, menunjukkan kemajuan teknologi, kekuatan ekonomi, dan kemampuan desain arsitektur. Gedung-gedung ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri, di mana banyak orang rela membayar untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
Jeddah Tower: Calon Pesaing Burj Khalifa yang Mandek
Meskipun Burj Khalifa masih memimpin, ada proyek ambisius lain yang berpotensi menggulingkannya di masa depan. Jeddah Tower di Arab Saudi, misalnya, dirancang untuk mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter. Jika proyek ini selesai sesuai target awal pada tahun 2028, maka Burj Khalifa akan kehilangan gelarnya sebagai gedung tertinggi di dunia.
Namun, pembangunan Jeddah Tower telah mangkrak sejak tahun 2018, meninggalkan ketidakpastian kapan atau apakah gedung ini akan benar-benar terwujud. Hingga proyek ini kembali berjalan, dominasi gedung-gedung di Asia dan Timur Tengah dalam daftar tertinggi dunia akan terus berlanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.