Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Diet untuk Hati: Alkohol, Gula, dan Olahraga yang Dianjurkan

Diet untuk hati dengan makanan sehat dan olahraga rutin
Pola makan, gula, alkohol, dan olahraga memengaruhi kesehatan hati menurut laporan The New York Times. (Ilustrasi: AI)

Gula tambahan seperti high fructose corn syrup yang banyak ditemukan di makanan ultraprocessed dan soda disebut sangat merusak hati.

Pedoman yang dikutip dalam laporan itu menyebut perempuan sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 25g gula tambahan per hari, sedangkan laki-laki tidak lebih dari 36g. Zelber-Sagi mengatakan pasiennya masih boleh sesekali makan sepotong kue, tapi minuman berpemanis harus dihindari. “It creates a very strong habit and we don’t need it,” katanya.

Olahraga, berat badan, dan pola makan Mediterania

Sisi lain yang ditekankan laporan ini adalah peran olahraga dan penurunan berat badan. Menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi penumpukan lemak, peradangan, dan jaringan parut di hati. Penurunan bobot tubuh sebesar 3 per cent sudah bisa memperbaiki penanda kesehatan hati, tetapi 10 per cent atau lebih dibutuhkan untuk membalikkan jaringan parut.

Zelber-Sagi menyebut obat GLP-1 seperti Wegovy, yang disetujui untuk menangani jenis lanjutan MASLD, sebagai “a game-changer”. Tapi obat itu tetap harus dipakai bersama olahraga, terutama latihan kekuatan, karena hilangnya otot bisa memperburuk hasil pada penderita MASLD.

Ia juga menyarankan aktivitas aerobik setidaknya 150 minutes dan latihan kekuatan dua kali seminggu. Kombinasi ini membantu mengurangi lemak perut dan resistensi insulin, dua faktor yang sering berkaitan dengan gangguan hati.

Soal makanan, pola makan ala Mediterania jadi pilihan utama. Pola ini menonjolkan buah segar, sayuran, ikan, dan kacang-kacangan, serta kaya lemak sehat. Diet semacam ini sudah terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, yang disebut sebagai salah satu penyebab kematian utama pada orang dengan penyakit hati nonalkohol.

Pola Mediterania juga rendah lemak jenuh, yang banyak ditemukan dalam daging merah, produk susu, dan palm oil. Jenis lemak ini bisa menaikkan kadar lemak di hati. Untuk protein, Rinella menyarankan ikan atau daging putih, sementara potongan daging merah berlemak sebaiknya dikurangi. Ia juga menganjurkan memanggang ketimbang menggoreng, lalu memakai butter hanya untuk memberi rasa.

Kopi, hepatitis, dan pemeriksaan yang sering dilupakan

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda