Minggu, 2 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Masyarakat beralih utamakan keamanan pilih material bangunan

Material bangunan aman untuk keramik lantai area basah
Masyarakat mulai mengutamakan keamanan saat memilih material bangunan, terutama keramik lantai untuk area basah. (Ilustrasi: AI)

KOTA TANGERANG — material bangunan kini tidak lagi dipilih semata karena motif atau warna. Di Kota Tangerang, praktisi industri rumah tangga Jali Wijaya melihat masyarakat mulai menempatkan keamanan dan keselamatan sebagai pertimbangan utama, terutama saat membeli keramik lantai.

Perubahan ini terlihat dari cara konsumen menilai area rumah yang rawan basah. Kamar mandi, dapur, teras, sampai sekitar kolam renang menjadi titik yang paling sering diperiksa karena permukaannya berpotensi licin saat terkena air.

Material bangunan dan keramik lantai kini dinilai dari risiko licin

Jali Wijaya mengatakan pergeseran itu muncul karena masyarakat semakin sadar terhadap risiko kecelakaan di rumah. Mereka kini lebih selektif menentukan jenis keramik yang dipakai, bukan hanya melihat tampilan luar yang menarik.

“Belakangan kami melihat masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan desain saat memilih material bangunan, tetapi juga aspek keamanan, terutama untuk area yang sering terkena air. Konsumen ingin rumah yang indah sekaligus aman untuk anak-anak, lansia, maupun seluruh anggota keluarga,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan perubahan pola pikir yang cukup nyata di pasar. Jika dulu estetika sering berada di urutan teratas, sekarang keamanan ikut masuk ke daftar utama sebelum keputusan membeli dibuat.

Di lapangan, perubahan ini juga berkaitan dengan makin banyaknya informasi tentang bahaya terpeleset di lingkungan rumah. Jali menyebut cedera akibat lantai licin dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak sampai orang dewasa, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Soal pilihan produk, kondisi itu mendorong permintaan terhadap keramik dengan daya cengkeram yang lebih baik. Konsumen tidak hanya mencari lantai yang nyaman dipakai, tetapi juga yang bisa membantu mengurangi risiko terpeleset tanpa mengorbankan tampilan hunian.

Sejumlah perusahaan pun merespons dengan inovasi. Salah satunya lewat teknologi anti-slip yang dirancang memberi daya cengkeram lebih baik di area basah, namun tetap nyaman digunakan dan mudah dibersihkan.

Bagi pasar rumah tangga di Indonesia, perubahan ini punya arti cukup besar. Rumah tidak lagi dipandang hanya sebagai ruang yang harus enak dilihat, tetapi juga tempat yang harus aman untuk aktivitas harian. Di situlah material bangunan, terutama keramik lantai, mendapat perhatian baru dari pembeli.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda