Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

AS Permanen Visa Bond Program untuk 50 Negara Termasuk Kamboja

Gedung Departemen Negara AS dengan dokumen aplikasi visa dan simbol jaminan finansial
Program visa bond AS yang sebelumnya sementara kini dijadikan permanen untuk 50 negara (Ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

Pemerintah Amerika Serikat resmi mengunci aturan jaminan visa bagi calon pemohon dari 50 negara tertentu. Kebijakan yang sebelumnya bersifat uji coba ini kini beralih menjadi permanen. Siapa pun yang berasal dari daftar negara tersebut harus siap merogoh kocek lebih dalam, dengan setoran jaminan mencapai 20.000 dolar AS atau sekitar Rp300 jutaan per orang.

Kamboja menjadi salah satu negara yang masuk dalam radar kebijakan ketat ini. Mengutip laporan resmi yang muncul di pemberitahuan federal akhir pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS menegaskan langkah ini sebagai upaya memperkuat kontrol perbatasan.

Washington ingin memastikan setiap orang yang datang memiliki kapasitas finansial sekaligus niat jujur untuk pulang ke negara asal saat izin tinggalnya habis.

Memahami Jaminan Finansial Visa

Konsep visa bond sebenarnya bukan barang baru, tapi jarang diterapkan secara masif. Secara praktis, ini adalah uang “tanda jadi” yang disetorkan sebelum seseorang berangkat ke Amerika Serikat.

Dana tersebut bukan biaya administrasi biasa, melainkan jaminan komitmen agar pemohon mematuhi aturan imigrasi yang berlaku. Jika pemohon melanggar aturan, misalnya menetap melebihi waktu yang diizinkan atau overstay, pemerintah AS bakal menyita uang jaminan tersebut.

Sebagian besar negara yang masuk dalam daftar ini berada di kawasan Afrika. Namun, masuknya Kamboja menunjukkan bahwa AS tidak hanya membidik satu wilayah geografis tertentu. Mereka menyasar negara-negara yang selama ini memiliki catatan tingkat overstay atau pelanggaran visa yang dianggap memerlukan pengawasan ekstra oleh otoritas konsuler di sana.

Respon Terhadap Risiko Imigrasi

Langkah ini mencerminkan sikap pemerintah Amerika yang makin protektif. Selama ini, para pejabat imigrasi sering kesulitan melacak warga asing yang hilang jejak setelah visa kunjungannya kedaluwarsa. Dengan mewajibkan jaminan finansial dalam jumlah besar, pemerintah berharap ada efek gentar sekaligus jaring pengaman bagi kas negara jika terjadi pelanggaran.

Belum ada rincian teknis mengenai mekanisme pembayaran atau apakah jaminan ini berlaku untuk semua jenis visa. Namun, para calon pelamar dari daftar 50 negara tadi harus mulai menghitung ulang biaya perjalanan mereka. Tambahan beban 20.000 dolar AS jelas bukan angka kecil.

Bagi banyak orang, syarat ini bisa menjadi tembok raksasa yang menghalangi rencana kunjungan ke Amerika, baik itu untuk urusan bisnis, pendidikan, maupun kunjungan keluarga.

Saat ini, proses administratif di Washington sedang masuk tahap finalisasi. Kantor-kantor visa AS di seluruh dunia tinggal menunggu instruksi teknis untuk mulai memberlakukan aturan ini di lapangan. Meski banyak pihak mempertanyakan apakah kebijakan ini efektif menekan angka pelanggaran imigrasi, pemerintah AS tampak sudah bulat dengan keputusannya.

Para pemohon visa dari negara yang terdampak harus ekstra hati-hati saat mengisi formulir aplikasi ke depan. Salah langkah sedikit saja, impian untuk menginjakkan kaki di Amerika Serikat bisa kandas.

Apalagi jika mereka tidak memiliki dana likuid dalam jumlah sebesar itu untuk disetorkan ke bank penjamin atau lembaga yang ditentukan oleh otoritas Amerika. Bagi banyak pelancong, aturan ini adalah sinyal bahwa akses ke Negeri Paman Sam tidak lagi semudah dulu.

Hingga detik ini, belum ada jadwal pasti kapan regulasi ini mulai dieksekusi secara penuh di setiap kedutaan besar AS. Para calon pemohon disarankan untuk terus memantau situs resmi kedutaan setempat karena perubahan bisa terjadi kapan saja.

Kebijakan ini menegaskan bahwa masa depan imigrasi AS akan lebih berorientasi pada ketegasan finansial, memprioritaskan mereka yang benar-benar punya kemampuan ekonomi dan kepatuhan hukum tinggi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda