Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Warga Kalsel Diminta Waspada Potensi Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Kalsel
BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Kalimantan Selatan mulai Senin (3/8). (Ilustrasi: AI)

BANJARBARU — gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Kalimantan Selatan diprakirakan terjadi mulai Senin (3/8), dan BMKG meminta warga serta pengguna jasa laut meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini terutama menyasar perairan Tanah Laut dan Kotabaru yang diperkirakan menjadi wilayah dengan gelombang paling tinggi.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Utari Randiana menyebut tinggi gelombang di dua perairan itu berkisar 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai perlu diperhatikan oleh nelayan, operator kapal tongkang, operator dan penumpang kapal feri, sampai kapal berukuran besar.

Gelombang tinggi 2,5 meter paling berisiko di Tanah Laut dan Kotabaru

Utari menegaskan kewaspadaan penting karena gelombang laut dapat memengaruhi keselamatan pelayaran. “Bagi para nelayan, operator kapal tongkang, operator dan penumpang kapal feri, serta kapal berukuran besar agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut karena gelombang berpotensi mempengaruhi keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Di wilayah lain, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Banjarmasin dan Tanah Bumbu berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kecepatan angin diperkirakan mencapai sembilan hingga 14 knot/jam, dengan arus laut sekitar satu knot.

Meski kondisi perairan Kalimantan Selatan secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan, BMKG tetap meminta masyarakat memperhatikan pembaruan informasi cuaca. Laut bisa berubah cepat. Itu sebabnya peringatan semacam ini punya dampak langsung bagi aktivitas harian nelayan, penyeberangan, dan armada niaga yang bergantung pada cuaca stabil.

Cuaca daratan Kalsel juga dipantau BMKG

Selain prakiraan di laut, BMKG menyebut cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan akan didominasi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 34 derajat celsius, kelembapan relatif 46 hingga 98 persen, dan kecepatan angin mencapai 15 kilometer per jam.

Di Banjarbaru, BMKG juga menerbitkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, dan sekitarnya masuk dalam area yang perlu dicermati.

Peringatan itu kemudian meluas ke wilayah Kabupaten Banjar, meliputi Kertak Hanyar, Gambut, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Martapura Barat, Tatah Makmur, dan sekitarnya. BMKG memprakirakan kondisi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 Wita.

Bagi warga pesisir dan pelaku transportasi laut, dua informasi ini saling berhubungan. Gelombang di laut dan hujan di daratan sama-sama bisa mengganggu jadwal, jarak pandang, hingga keputusan berlayar. Dalam situasi seperti ini, pembaruan cuaca menjadi rujukan utama sebelum aktivitas dimulai.

Utari kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi laut. “Masyarakat tetap diminta memperhatikan pembaruan informasi cuaca mengingat kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu,” katanya.

Dengan potensi gelombang tinggi 2,5 meter di perairan Tanah Laut dan Kotabaru, BMKG menempatkan keselamatan pelayaran sebagai perhatian utama sejak awal pekan ini. Peringatan dini masih berlaku, dan perubahan cuaca di Kalsel disebut bisa terjadi sewaktu-waktu.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda