Trump bahkan disebut menilai negosiasi sedang berlangsung atas permintaan Iran, dengan dukungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Namun, Teheran membantah klaim itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, “We currently do not have negotiations with America,” dan menegaskan pembicaraan yang ada berlangsung melalui Oman serta berfokus pada keamanan lintasan kapal di Selat Hormuz.
Kenapa penyangkalan Iran membuat posisi Washington rumit
Bantahan Teheran membuat narasi Gedung Putih tidak berjalan mulus. Trump ingin menampilkan tekanan sebagai alat negosiasi, tapi Jeffrey menilai taktik itu bisa aus jika ancaman terus dilontarkan tanpa hasil yang terlihat. Di titik ini, kredibilitas ancaman jadi barang mahal. Sekali turun, sulit naik lagi.
Bagi pembaca, dampaknya tidak berhenti pada duel kata-kata dua pemerintah. Ketika AS dan Iran saling dorong di jalur diplomasi dan ancaman militer, pasar, perusahaan pelayaran, serta negara-negara Teluk ikut membaca sinyal.
Satu kalimat keras dari Washington bisa langsung memengaruhi ekspektasi soal keamanan jalur laut dan kelancaran suplai energi. Satu bantahan dari Teheran bisa menahan optimisme pasar. Tegang. Cepat berubah.
The Guardian juga melaporkan Trump sempat menyebut dirinya tidak akan membiarkan Iran memungut tol di Selat Hormuz. South China Morning Post menambahkan bahwa Trump menggambarkan negosiasi itu sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk menandatangani dokumen yang ia sebut baik. Financial Times pun mencatat garis serupa: negosiasi disebut masih berjalan meski Teheran menyangkalnya.
Dengan posisi yang sama-sama keras, ruang kompromi tampak sempit. Jeffrey menyorot risiko paling nyata: jika ancaman terus diulang dan tidak ada langkah lanjutan, lawan akan membaca bahwa Washington hanya menaikkan nada, bukan menaikkan tindakan. Dan itu, bagi diplomasi, jauh lebih mahal daripada sekadar retorika.
Trump sendiri tetap mengaitkan perundingan dengan tenggat yang pendek. Ia menggambarkan fase awal sebagai pembukaan Selat Hormuz, sementara tahap denuklirisasi disebutnya akan memakan waktu lebih lama. Di tengah saling bantah itu, satu hal belum berubah: Washington masih menekan, Teheran masih menolak, dan ruang untuk uji nyali tampaknya belum habis.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.