Kamis, 6 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kapal India Tenggelam di Laut Merah Usai Dihantam Proyektil

Kapal India Tenggelam di Laut Merah Usai Dihantam Proyektil
Kapal India Tenggelam di Laut Merah Usai Dihantam Proyektil

JAKARTA — kapal India tenggelam di Laut Merah setelah dihantam proyektil di lepas pantai Yaman pada Selasa. Seluruh 14 awak berhasil diselamatkan, termasuk 13 warga India, sebelum dibawa ke Pelabuhan Mokha.

India langsung mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai serangan tanpa alasan. Kasus ini menambah daftar ancaman terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan yang sudah tegang oleh perang dan tarik-menarik kekuatan regional.

Kapal karam, awak selamat

Vessel yang disebut sebagai MSV Faize Noore Oliya itu dilaporkan terkena proyektil saat melintas di perairan dekat Yaman. Setelah benturan itu, kapal tidak bertahan dan akhirnya tenggelam di Laut Merah.

Menteri Perkapalan dan Jalur Air India, Sarbananda Sonowal, mengatakan penjaga pantai Yaman mengevakuasi 14 awak kapal dengan aman. Pemerintah India kemudian mengarahkan direktorat jenderal administrasi maritim untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait demi melindungi pelaut India di kawasan itu dan memberi bantuan kepada para awak yang diselamatkan.

India menilai insiden itu serius. Kementerian luar negeri negara itu menyebut serangan terhadap kapal sipil sebagai hal yang “deeply worrisome”.

“The targeting of commercial shipping in the region must end and free and unimpeded navigation and commerce through the international waterways in the region, in keeping with international law, must be restored at the earliest,” kata kementerian itu.

Siapa yang dituduh?

Belum ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tapi pemerintah Yaman yang didukung Saudi menuduh pemerintahan Houthi, yang bersekutu dengan Iran dan menguasai sebagian besar wilayah negara itu, berada di balik serangan dengan perahu berisi bahan peledak.

Houthi sendiri belum memberi komentar atas tuduhan itu. Karena belum ada klaim resmi, sumber-sumber yang melaporkan peristiwa ini juga berhati-hati menyebut pelaku. BBC menulis kapal itu dihantam proyektil, sementara SCMP menyinggung serangan terjadi di selatan Pelabuhan Hodeida.

Perbedaan kecil soal lokasi itu tidak mengubah inti kasus: kapal kargo India tenggelam, awaknya selamat, dan jalur laut di sekitar Yaman kembali jadi titik rawan.

Dampaknya ke pelayaran global

Ini bukan sekadar insiden maritim biasa. Laut Merah adalah salah satu jalur penting bagi kapal niaga, dan setiap serangan di kawasan ini langsung memukul rasa aman operator kapal, pelaut, sampai perusahaan logistik yang menggantungkan pengiriman barang pada rute tersebut.

Bagi India, dampaknya terasa lebih dekat. Negara itu dikenal sebagai salah satu penyumbang besar pelaut dagang dunia, sehingga keselamatan awak kapal India di jalur internasional jadi isu yang sangat sensitif. Ketika satu kapal saja dihantam, tekanan untuk memperketat pengawasan dan koordinasi diplomatik ikut naik.

Kementerian luar negeri India mengatakan kedutaan mereka di Riyadh terus memantau situasi dan aktif berkoordinasi dengan otoritas Yaman untuk keselamatan awak. Pemerintah India juga berterima kasih kepada otoritas Yaman atas bantuan penyelamatan.

Ketegangan kawasan belum reda

Serangan ini terjadi saat lalu lintas maritim di Laut Merah menghadapi ancaman yang makin besar di tengah eskalasi ketegangan regional.

Reuters melaporkan instabilitas itu telah mengganggu pengiriman global dan memicu kekhawatiran soal pasokan energi, meski harga minyak turun dalam beberapa hari terakhir setelah pejabat tinggi Amerika Serikat memberi sinyal kemajuan diplomasi untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam konteks ini, tiap serangan ke kapal dagang menambah biaya, menambah risiko, dan membuat rute pelayaran makin tidak pasti. Perusahaan pelayaran biasanya akan menimbang ulang jadwal, jalur, dan pengamanan ketika kawasan seperti Laut Merah berubah jadi titik rawan.

“The targeting of commercial shipping in the region must end,” kata Kementerian Luar Negeri India. Kalimat itu menjadi penanda bahwa New Delhi tak hanya menuntut jawaban atas satu serangan, tapi juga meminta perlindungan yang lebih kuat bagi kapal sipil yang masih melintas di kawasan tersebut.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda