JAKARTA — Pembicaraan soal Selat Hormuz menunjukkan kemajuan, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, tetapi kesepakatan final belum tercapai. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump kembali menekan Teheran dengan pernyataan bahwa selat itu akan dibuka “very soon” atau AS akan menyerang Iran.
Situasi ini penting karena jalur sempit itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Satu gangguan kecil saja bisa mengirim gelombang ke pasar energi, biaya pengiriman, dan keputusan armada komersial yang melintas di kawasan Teluk.
Kemajuan ada, kepastian belum
Rubio mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa sudah ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan Oman mengenai selat itu, tetapi belum ada kesepakatan akhir. Seorang sumber Iran yang mengetahui langsung pembicaraan dengan Muscat menyebut diskusi kini berfokus pada mekanisme membuka kembali jalur tersebut.
Dalam skema yang sedang dibahas, kapal yang masuk selat akan menggunakan kanal yang paling dekat dengan Iran, sementara Iran mengoordinasikan lalu lintas masuk. Kapal yang keluar akan memakai sisi Oman, dengan Muscat mengelola arus keluar. Proposal itu juga memuat biaya layanan, dengan pendapatan dibagi antara Iran dan Oman.
Soalnya, detail teknis seperti ini sering jadi penentu. Bukan sekadar soal siapa setuju duluan, tapi siapa pegang kendali, siapa bayar, dan bagaimana arus kapal tetap jalan tanpa memicu benturan baru.
Trump, Houthi, dan tekanan di laut
Trump menyampaikan komentarnya dalam wawancara dengan Fox News dari Southern California, sesaat setelah menghadiri acara penggalangan dana Komite Nasional Partai Republik di Rancho Palos Verdes. Ia menegaskan, “The Strait is going to be open very soon, or they’re going to hit very hard, and then the Strait is going to be open,” kata Trump.
Di laut lain, situasinya juga memanas. Houthi yang didukung Iran mengatakan pada Rabu bahwa mereka menyerang tanker minyak Saudi Wafa di Laut Merah utara, dekat Yanbu, dengan sejumlah rudal balistik. Itu menjadi kapal tanker Saudi kedelapan yang menjadi sasaran sejak blokade maritim diumumkan pada 22 Juli, menurut juru bicara militer Houthi Yahya Saree.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.