Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Argentina Dukung Gianni Infantino, FIFA Tetap Terbelah

Gianni Infantino memberikan pidato di depan para delegasi sepak bola dunia
Gianni Infantino menghadapi tekanan besar di tengah perpecahan dukungan antar-konfederasi. (Ilustrasi: AI)

BUENOS AIRES — Tekanan terhadap kursi kepemimpinan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin tajam, namun dukungan justru datang dari Amerika Latin. Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Infantino di tengah badai kritik akibat wacana penjualan hak komersial Piala Dunia melalui anak usaha FIFA Forward Enterprise (FFE).

Pokok Peristiwa

Dukungan dari Argentina menyusul langkah serupa yang diambil oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan sejumlah negara anggota lainnya, termasuk Indonesia.

Dalam surat terbuka yang ditandatangani Presiden AFA, Claudio Tapia, organisasi tersebut memuji dedikasi Infantino selama satu dekade terakhir dalam mengembangkan sepak bola global.

AFA menilai model tata kelola FIFA yang transparan dan stabil menjadi alasan utama mereka tetap berada di barisan pendukung sang presiden.

Perpecahan di tubuh FIFA mencuat setelah rencana Infantino untuk menggalang dana sebesar 4,2 miliar dolar AS dengan menjual hak komersial turnamen terpaksa dibatalkan.

Konteks

FIFA sendiri telah mengakui adanya kesalahan prosedur dalam proses tersebut dan melayangkan permintaan maaf kepada 211 asosiasi anggotanya.

Tapia menyatakan bahwa langkah FIFA mengakui kesalahan merupakan bentuk pertanggungjawaban yang patut diapresiasi, meskipun wacana awal tersebut sempat menimbulkan ketidakpastian bagi keluarga besar sepak bola dunia.

Di pihak lain, ketegangan belum menunjukkan tanda-tanda mereda dari kubu Eropa. UEFA menegaskan komitmennya untuk tetap memboikot kompetisi FIFA sampai mereka mendapatkan jaminan kuat bahwa langkah unilateral yang dianggap mencederai nilai sepak bola tidak akan terulang.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Ketidakpastian pun menyelimuti penyelenggaraan turnamen terdekat, seperti Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, karena sikap tegas UEFA dan kritikan keras dari konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).

Situasi ini menciptakan peta kekuatan yang unik di dalam organisasi sepak bola dunia. Sementara konfederasi di kawasan dengan ketergantungan pendanaan tinggi pada program FIFA Forward cenderung merapat ke Infantino, asosiasi di Eropa memilih jalur oposisi yang lebih keras.

Dampak nyata dari konflik ini bagi pembaca adalah potensi terganggunya kalender turnamen internasional, mengingat belum ada titik temu antara FIFA dan pihak-pihak yang menuntut reformasi tata kelola yang lebih dialogis.

Sejauh ini, FIFA masih harus berjuang keras menambal celah kepercayaan sebelum pemilihan presiden periode berikutnya. Bagi Infantino, dukungan dari negara-negara besar seperti Argentina menjadi amunisi krusial untuk menangkis tuntutan mundur yang terus menguat pasca kegagalan proyek investasi privat tersebut.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda