Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Berkshire Hathaway Borong Saham Alphabet Rp 178 T

Grafik investasi perusahaan teknologi dan saham Berkshire Hathaway
Langkah investasi Berkshire Hathaway ke sektor AI melalui Alphabet menjadi sorotan pelaku pasar global. (Ilustrasi: AI)

OMAHA — Langkah berani diambil oleh Greg Abel, Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway, yang secara resmi menanamkan modal sebesar USD 10 miliar atau setara Rp 178 triliun ke induk perusahaan Google, Alphabet Inc. Investasi jumbo ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi portofolio konglomerasi tersebut yang selama ini dikenal cenderung konservatif di bawah era Warren Buffett.

Masuknya Alphabet ke dalam portofolio Berkshire sekaligus mendongkrak status raksasa teknologi tersebut ke dalam jajaran lima besar kepemilikan saham perusahaan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Abel untuk mulai menyasar sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai bagian dari diversifikasi aset masa depan Berkshire.

Agresivitas Investasi dan Kinerja Keuangan

Sepanjang kuartal II 2026, Berkshire Hathaway tercatat memborong saham perusahaan lain dengan nilai hampir USD 20 miliar atau sekitar Rp 356 triliun. Selain Alphabet, Abel juga menekan kesepakatan akuisisi pengembang perumahan Taylor Morrison Home Corp senilai USD 6,8 miliar atau Rp 121 triliun. Strategi ini dilakukan di tengah upaya perusahaan dalam mengoptimalkan cadangan kas yang melimpah.

Secara operasional, Berkshire mencatat kenaikan laba operasional sebesar 16 persen menjadi hampir USD 13 miliar atau Rp 231,4 triliun pada periode tiga bulan hingga Juni 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh solidnya kinerja divisi manufaktur, ritel, serta lini bisnis utilitas yang mencatatkan lonjakan laba bersih 27 persen menjadi USD 891 juta atau sekitar Rp 15,9 triliun.

Cathy Seifert, analis di CFRA Research, menilai aksi korporasi ini sebagai sinyal kuat kepemimpinan Abel. “Orang-orang akan terdorong oleh aksi buyback ini.

Ini juga menjadi cara Greg mengambil kendali dan menunjukkan kepemimpinannya,” ungkap Seifert menanggapi kebijakan Berkshire yang kembali melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 80,1 triliun pada kuartal II 2026 setelah sempat vakum selama setahun.

Kendati investasi di sektor teknologi dan manufaktur menunjukkan tren positif, beberapa lini bisnis asuransi Berkshire mengalami tantangan. Geico, sebagai kontributor utama bisnis asuransi, mencatat penurunan laba underwriting sebelum pajak sebesar 45 persen menjadi USD 994 juta atau Rp 17,7 triliun akibat tingginya klaim dan biaya pemasaran.

Posisi Keuangan Nilai (USD) Nilai (Rp)
Kas (Kuartal II) 365,5 miliar 6.506 triliun
Investasi Alphabet 10 miliar 178 triliun
Laba Manufaktur, Jasa & Ritel 4,5 miliar 80,1 triliun

Dampak bagi Pasar Global

Keputusan Berkshire untuk masuk ke sektor AI melalui Alphabet dipandang sebagai pembaruan strategi tradisional yang selama ini menghindari valuasi tinggi. Bagi pasar global, Berkshire tetap menjadi proksi kesehatan ekonomi Amerika Serikat.

Meskipun saham kelas B Berkshire baru naik 3,8 persen sepanjang tahun, para pelaku pasar tetap memantau bagaimana Abel akan mengalokasikan sisa cadangan kas yang kini tercatat sebesar USD 365,5 miliar atau Rp 6.506 triliun.

Langkah investasi ini menjadi acuan bagi investor di seluruh dunia terkait prospek bisnis berbasis AI yang kini diakui sebagai penggerak ekonomi masa depan. Respons pasar terhadap gaya manajemen baru ini terus dipantau, terutama untuk melihat apakah Abel mampu mengejar ketertinggalan kinerja saham Berkshire terhadap indeks S&P 500 yang telah menguat 13 persen tahun ini.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 9 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair