Menurut Slamet, kiprah Zulkifli Hasan dalam mengurusi sektor pangan nasional menjadi contoh nyata bagaimana pengabdian kader partai di pemerintahan bisa membawa dampak positif bagi kebijakan negara.
Pengabdian Zulkifli Hasan, sebut Slamet, menjadi pelecut bagi kader lain, baik yang duduk di parlemen maupun di struktur organisasi, untuk melakukan hal serupa di lingkup masing-masing. “Apa yang dilakukan Ayahanda Zulkifli Hasan adalah bukti nyata kontribusi kader PAN. Ini harus kita jadikan motivasi, agar kerja dan pengabdian dari pusat hingga ke daerah terus ditingkatkan,” tuturnya tegas.
Kendati tren survei menunjukkan kurva yang menanjak, Slamet enggan terjebak dalam euforia berlebih. Ia mengingatkan bahwa elektabilitas bukanlah tujuan akhir dari sebuah perjuangan politik. Justru, angka 5,1 persen ini memikul tanggung jawab besar agar kader tetap rendah hati.
Baginya, tantangan nyata justru dimulai sekarang: mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan pembuktian yang lebih konsisten lagi di masa mendatang.
Rencananya, PAN bakal mematangkan konsolidasi di tingkat basis untuk memastikan suara tersebut tetap terjaga hingga waktu pemilihan tiba.
Fokus utama partai saat ini adalah mengonversi hasil survei tersebut menjadi aksi nyata yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat, terutama di sektor ekonomi kerakyatan dan stabilitas harga pangan yang memang menjadi porsi kerja utama kader PAN dalam pemerintahan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.