Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Ubah Jadwal Vaksin Anak, MMR Dipecah Jadi 3 Suntikan

Jadwal vaksin anak diubah Trump dengan MMR dipisah
Jadwal vaksin anak di Amerika diubah lewat perintah eksekutif yang memicu perdebatan baru soal MMR. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Jadwal vaksin anak di Amerika Serikat berubah drastis setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengubah panduan federal untuk imunisasi anak dan meminta negara bagian meninjau ulang syarat vaksinasi di sekolah. Langkah ini membalik praktik kesehatan publik yang sudah berjalan selama puluhan tahun.

Dampaknya langsung terasa ke arah kebijakan sekolah, layanan dokter anak, dan cara orang tua mengambil keputusan soal imunisasi. Perintah itu juga membuka pintu bagi tiap negara bagian untuk mengubah aturan yang selama ini dipakai sebagai dasar syarat masuk sekolah.

Trump pecah MMR jadi tiga suntikan

Dalam pernyataannya di Oval Office pada Senin, Trump menyebut langkah itu sebagai “ historic step in our mission to make America healthy again”. Ia lalu mengulang klaim lama yang sudah berkali-kali dipatahkan, termasuk soal hubungan vaksin dengan autisme.

Trump mengatakan pemerintahannya mengakui rekomendasi vaksin anak “gold standard” hanya untuk 11 vaksin inti terhadap penyakit yang paling serius. Ia juga menyebut vaksin campak, gondok, dan rubela atau MMR yang dipakai sejak 1971 akan dipecah lagi menjadi tiga vaksin terpisah, meski sumber di artikel menyebut tidak ada produk terpisah seperti itu di pasar saat ini.

“So the MMR, we want to have separate, separate visits, separate times. The vaccine being broken into three separate single doses, and vaccines being administered in separate visits,” kata Trump.

Trump juga mengumumkan vaksin Covid-19, influenza, dan hepatitis B tidak lagi direkomendasikan. Ia tetap menegaskan orang tua masih bisa memilih untuk memberikan semua vaksin itu kepada anak mereka, dan menyebutnya akan ditanggung asuransi.

Kontroversi lama soal autisme kembali diangkat

Isi perintah eksekutif itu memecah vaksin anak ke dalam tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah imunisasi yang direkomendasikan untuk semua anak, termasuk MMR yang dipecah, difteri, tetanus, dan polio. Kelompok kedua menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti hepatitis A dan hepatitis B.

Kelompok ketiga berisi vaksin yang diputuskan lewat pertimbangan klinis bersama, seperti vaksin Covid-19 dan flu.

Perintah itu juga meminta negara bagian meninjau rekomendasi federal dan mempertimbangkan pembaruan undang-undang serta aturan yang mendefinisikan kewajiban imunisasi. Di titik ini, perdebatan bergeser dari Washington ke ruang praktik dokter dan dewan sekolah di tiap negara bagian.

Kalau negara bagian mengikuti arahan baru, jadwal vaksin anak bisa berubah jauh lebih rumit karena lebih banyak kunjungan medis dibutuhkan.

Soal autisme, Trump dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr. sudah lama mendorong teori yang tidak didukung bukti.

Zoe Gross dari Autistic Self-Advocacy Network mengatakan pemisahan MMR sudah lama menjadi pokok pembicaraan kelompok anti-vaksin sejak studi Andrew Wakefield yang kemudian dicabut. Helen Tager-Flusberg dari Boston University juga memperingatkan dampak besar pada dokter anak.

“It has huge consequences as you say, and it also has terrible consequences for the pediatricians who do their best to serve the public, they have such limited time with each family,” kata dia kepada The Independent.

Di sisi lain, data CDC yang dikutip dalam bahan justru menyebut kenaikan diagnosis autisme lebih mungkin terkait perbaikan skrining dan praktik diagnosis. Laporan bienial 2025 menyatakan perbedaan prevalensi anak dengan ASD antarkomunitas bisa dipengaruhi oleh ketersediaan layanan deteksi dini, evaluasi, dan praktik diagnosis.

Langkah ini juga memberi sinyal kuat ke arah kebijakan kesehatan di bawah pemerintahan Trump kedua.

Axios melaporkan perintah itu sedang disiapkan untuk membagi MMR menjadi tiga suntikan dan mendorong vaksin diberikan pada kunjungan medis terpisah, sementara Bloomberg dan The Guardian sama-sama menyebut Trump sudah menandatanganinya di Oval Office.

Berikutnya, perhatian tertuju ke apakah negara bagian akan mengikuti dorongan baru itu atau menahan perubahan pada jadwal vaksin anak yang sudah dipakai selama ini.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda